oleh

Wabup Donggala Janji Kembangkan Alkhairaat

-Kab. Donggala-dibaca 556 kali
SR Ads

SULTENG POST – Wakil Bupati Donggala Vera Elena Laruni berjanji akan mengembangkan pendidikan Alkhairaat di wilayahnya yang saat ini semakin berkurang gaungnya.

“Memang yang dikatakan Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri, itu benar. Karena saat ini kebijakan yang diambil pemerintah daerah masih kurang maksimal khususnya pendidikan madrasah,” katanya di sela-sela peringatan hari wafat (Haul) ke-48 pendiri Alkhairaat Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, Ahad (17/7/2016).

Menurut Vera, sebagai pemimpin di daerah pihaknya selalu menginginkan anak-anak mereka bisa cerdas, baik secara intelektual maupun dari segi moral dan akhlaknya.

Selain itu, masyarakat di Donggala khususnya wilayah utara dari Kota Palu sangat membutuhkan madrasah dan pondok pesantren. Hal itu dikarenakan banyak anak-anak dari masyarakat setempat yang datang untuk mondok di Palu dan diluar kota.

Baca Juga :   Lutfin: Kepedulian Lingkungan Perlu Ditumbuhkan di Masyarakat

“Semoga arahan Habib Saggaf tersebut akan mendapatkan respon yang baik dari Bupati Donggala,” tutup Vera.

Secara terpisah sejumlah tamu undangan haul yang berasal dari Kabupaten Donggala mengaku kaget mendengar pernyataan Habib Sagaf yang menyebutkan bahwa di setiap desa dan kecamatan di Donggala, khususnya Donggala Utara, banyak madrasah Alkhairaat yang tidak dipergunakan lagi.

“Padahal status tanah tersebut merupakan tanah wakaf milik Alkhairaat,” kata Malik, salah seorang tamu undangan asal Kecamatan Balaesang.

Ia berharap pesan dari ketua utama Alkhairaat dapat segera direspon oleh pemerintah Donggala, sehingga anak-anak mereka dapat mengenyam pendidikan madrasah selain pendidikan yang didapatkan di sekolah umum.

Sebelumnya Ketua Utama Perguruan Islam Alkhairaat Habib Saggaf Aljufri mengungkapkan kesedihannya atas tidak beroperasinya sejumlah sekolah karena ketiadaan dana untuk membayar guru.

Baca Juga :   Lutfin: Kepedulian Lingkungan Perlu Ditumbuhkan di Masyarakat

“Banyak laporan yang saya terima secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu diantaranya banyak madrasah Alkhairaat yang sudah nonaktif,” katanya di hadapan ribuan jamaah pada peringatan hari wafat (Haul) ke-48 tahun pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri di Palu, Minggu.

Menurut Habib Saggaf, banyak madrasah Alkhairaat tidak melaksanakan kegiatannya saat ini.

Contoh terdekat adalah di Kabupaten Donggala, katanya pada acara yang dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, sejumlah gubernur dan bupati, pejabat yudikatif, ribuan alim ulama dan masyarakat dari berbagai penjuru nusantara.

Menurut cucu pendiri Alkhairaat itu, dua kecamatan di wilayah pantai barat, Kabupaten Donggala terdapat 12 unit madrasah yang tidak aktif lagi.

Baca Juga :   Lutfin: Kepedulian Lingkungan Perlu Ditumbuhkan di Masyarakat

“Informasi yang saya serap, madrasah itu macet hanya karena gaji guru yang tidak sanggup dipenuhi oleh pengurus di sana. Ini sesuatu yang memalukan sebenarnya,” katanya. ANT

Komentar

News Feed