oleh

Kawasan Konservasi Harus Ada Nilainya

-Kab. Sigi-dibaca 471 kali

SULTENG POST – Bupati Sigi, Mohamad Irwan menyatakan penetapan kawasan konservasi oleh pemerintah pusat, seharusnya memberikan nilai positif bagi masyarakat.

“Bukan saya menolak kalau sebagian kawasan Sigi dijadikan sebagai kawasan konservasi, asalkan ada nilai yang diberikan untuk masyarakat sekitar,” kata Bupati Irwan.

Bupati menjelaskan selama ini masyarakat yang berada di sekitar hutan konservasi dilarang melakukan aktivitas yang mengganggu areal tersebut. Sementara sumber kehidupan mereka berada di sekitar mereka, misalkan hutan yang ada.

Dia berharap, pemerintah pusat seharusnya memikirkan kondisi kehidupan mereka yang berada di sekitar areal yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi.

“Kalau mereka dilarang beraktivitas, seharusnya diberikan alternatif mata pencaharian yang baru yang bisa menjadi sumber kehidupan mereka,” ujarnya.

Kelirunya, masyarakat disuruh menjaga hutan dengan alasan konservasi, tetapi mereka tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Sehingga pihaknya mencanangkan program dan mendorong program Sigi Hijau. Dalam program tersebut terdapat upaya konservasi hutan yang dilakukan, namun masih memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dan mendapatkan sumber kehidupan.

Misalnya, masyarakat di Kecamatan Palolo yang hidup di sekitar hutan, mereka boleh menanam tanaman buah-buahan seperti durian, kemiri, dan lain-lain di dalam hutan. Tetapi hasilnya yang diambil nantinya telah ditetapkan dan tidak boleh dilanggar. Yang nantinya program ini dikelola oleh adat setempat.

Jadi dengan kata lain, konservasi menjaga hutan lestari tetap dijalankan, tetapi dengan prinsip masih memberikan ruang bagi masyarakat untuk hidup. GUL

Komentar

News Feed