oleh

PGRI Sulteng Sekolah Diminta Taati Larangan MOS

SULTENG POST – Ketua PGRI Sulteng Nursalam mengimbau kepada seluruh sekolah di Sulteng untuk mentaati larangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan terkait pelarangan pelaksanaan MOS bagi siswa baru.

Dia mengatakan pelarangan MOS oleh siswa diterapkan mengingat rawannya aksi pelonco atau bullying, bahkan kekerasan yang dilakukan senior terhadap adik kelasnya yang baru masuk sekolah pada kegiatan itu.

“Hal yang dihindari adanya aksi peloncoan yang berujung pada kekerasan kepada siswa baru, makanya MOS dilarang dan diganti dengan pengenalan lingkungan sekolah,” kata Nursalam kepada Sutleng Post, Kamis (14/7/2016).

Ia menjelaskan tidak ada lagi MOS yang dilakukan oleh siswa senior. Orientasi sekolah hanya dilakukan oleh guru pada jam-jam belajar, serta didalam lingkungan sekolah.

“Arahnya lebih banyak pada pengenalan sekolah, pendidikan karakter serta disiplin yang diberikan langsung oleh guru,” katanya.

Namun menurut Nursalam, meski dilakukan oleh guru, kegiatan pengenalan sekolah harus bersifat edukatif.

Ia juga menekankan kepada seluruh kepala sekolah di Sulteng untuk lebih banyka memberikan materi-materi yang bermuatan pendidikan karakter terhadap siswa baru.

“Kita sebagai organisasi guru akan terus pantau kegiatan itu,” kata Nursalam yang juga menjabat sebagai Kepala DIspora Kota Palu tersebut.

Sebelumnya juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Sadly Lesnusa mengimbau serta melarang seluruh kepala sekolah di Kota Palu, untuk tidak melaksanakan Masa Orientasi Sekolah (MOS) oleh kalangan siswa atau pelajar, sesuai intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan.

“Kita imbau kepada kepala sekolah di Palu untuk tidak lagi melakukan MOS pada awal ajaran baru tahun ini,” kata Sadly, Rabu (13/7/2016). ROA

Komentar

News Feed