oleh

Maba Keluhkan Pelayanan BAK Untad

SULTENG POST – Setelah lulus  ujian tes SBMPTN, mahasiswa baru (maba) yang melakukan pendaftaran kembali di BAK Universitas Tadulako (Untad) mengeluhkan pelayanan sejumlah staf di BAK.

Seorang mahasiswa yang berasal dari provinsi tetangga kepada wartawan koran ini mengaku sempat dipersulit saat mengurus data mereka untuk diregistrasi di kampus itu. Selain itu, mereka juga mengeluhkan tidak sinkronnya bagian BAK dengan pihak Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Untad.

“Saya, waktu mengantar data untuk jurusan yang saya pilih, saya dari birokrasi kampus Untad hanya dimintai melampirakan dengan map berwarna merah karena persyaratan untuk sarjana  harus warna biru, tapi setelah saya antar ke pihak BAK malah saya dimintai kembali mengganti warna map berkas saya,” jelas maba yang meminta tidak dikorankan namanya pada Sulteng Post, Kamis (14/7).

Selain dipersulit, maba tersebut juga sempat kebingungan dengan tidak adanya kesamaan persyaratan antara pihak birokrasi Untad dan BAK. Maba tersebut juga sempat kebingungan saat mengonfirmasi jadwal untuk uji kesehatan di RSPUT sesuai rekomendasi pihak BAK.

“Saya sempat pergi menanyakan jadwal untuk tes uji kesehatan pada pihak RSPUT, namun sampai di sana kami hanya diperintahkan kembali mengkonfirmasi ke pihak BAK, para staf yang ada di BAK sendiri yang ngomong langsung harus tanya ke pihak rumah sakit,” katanya.

Berdasarkan pantauan Sulteng Post, pelayanan di BAK memang terlihat begitu tidak memuaskan. Pasalnya, ketika wartawan media ini mencoba membantu salah satu maba menemui staf di BAK, tidak ada tanggapan dan respon. Sejumlah staf kantor tersebut cuek.

Kejadian tersebut berlangsung hingga setenga jam lamanya. Bahkan, wartawan yang mencoba membantu tetap saja tidak mendapat tanggapan dari staf itu.

Bukan hanya itu, hal serupa juga dirasakan seorang ibu yang mengurus anaknya yang hendak mengkuti tes SMMPTN yang bermasalah dengan kartu ujian yang tidak sesuai dengan nama anaknya. Ibu tersebut mengaku kecewa dengan pelayanan pihak BAK Untad.

“Saya sudah dari pagi pak disini mau rubah kartu ujian SMMPTN, nama anak saya yang salah, tapi sudah mau tengah hari lagi tidak tanda-tanda solusi dari staf bagian admin,” jelas Raena (43) warga asal Kabupaten Buol ini pada Sulteng Post, Selasa (12/7).TEN

Komentar

News Feed