oleh

TNLL Kerja Sama TNI Tanam Pohon

-TNI/Polri-dibaca 365 kali

SULTENG POST- Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) bekerja sama dengan TNI menanam pohon di areal rehabilitasi hutan lindung (RHL) dalam kawasan konservasi di daerah itu.

Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar TNLL Ahmad Yani di Palu, Jumat mengatakan kerja sama dengan TNI menanam pohon di areal RHL itu dilakukan langsung dari pusat.

“Kerja sama ini, bukan dilakukan sendiri oleh pihak TNLL, tetapi pusat,” katanya.

Ia mengatakan sesuai data yang ada program RHL 2014 ini seluas 225 hektare tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Sigi dan Poso.

TNLL, kata Ahmad, sebagian terletak di Kabupaten Poso dan sebagian lagi Kabupaten Sigi. Luas areal kawasan TNLL hingga kini mencapai 217.991 hektare.

Ahmad menjelaskan untuk program RHL, TNI akan menanam pohon pada areal seluas 175 hektare dan sisanya 50 hektare swakelola masyarakat.

Berikutnya lokasi sebaran areal penanaman pohon pada areal RHL seluas 225 hektare di kawasan konservasi TNLL meliputi Desa Bobo, Desa Bunga, Desa Kapiroe, Desa Bulili, Desa Watubose, Desa Toro dan Watukilo.

Semua desa yang masuk dalam program RHL 2014 merupakan titik-titik perambahan sehingga mendapat prioritas dalam program tersebut.

Kebanyakan hutan yang dirambah dalam kawasan Taman Nasional untuk kepentingan kebun masyarakat. “Mereka kebanyakan terpaksa merambah karena tidak memiliki lahan kebun,” katanya.

Dia juga mengatakan ada beberapa titik yang rawan bencana alam tanah longsor karena warga membuka kebun selain sudah masuk dalam kawasan, juga pada tanah yang memiliki tingkat kemiringan diatas 40 derajat.

“Ini sangat berbahaya dan rawan longsor saat curah hujan tinggi,” katanya.

Dan dari beberapa kejadian bencana alam tanah longsor dan banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Sigi karena fungsi hutan sudah semakin menurun akibat dampak dari perambahan, termasuk di dalam kawasan Taman Nasional.

Jika tidak segera diantisipasi dengan program penanaman pohon kembali pada areal-areal hutan yang sudah gundul, maka tidak menutup kemungkinan terjadi bencana lebih besar yang pada akhirnya merugikan pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

Karenanya program rehabilitasi hutan harus tetap dilaksanakan guna mengembalikan fungsi hutan dan mencegah bencana yang ditimbulkan akibat ulah dan keserakahan manusia. ANT

Komentar

News Feed