oleh

Angkot di Palu Terancam Punah

-Kota Palu-255 views

SULTENG POST- Keberadaan angkutan kota (angkot) di Kota Palu terancam punah.
Hal ini berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Perhubungan Kota Palu, dimana angkanya dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan signifikan.

Kepala Seksi Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu, Kahar yang dikonfirmasi Sulteng Post membenarkan hal itu.

“Jumlah angkot yang beroperasi di wilayah Kota Palu hingga saat ini semakin berkurang,” kata Kahar, Rabu (12/11/2014).

Hingga akhir Oktober 2014, jumlah angkot yang masih aktif beroperasi ‘hanya’ berjumlah 377 unit.
Dia mengatakan, awalnya pada tahun 2009 angkot yang beroperasi di Palu ini sebanyak 1.358 unit.
Kemudian seiring berjalannya waktu hingga tahun 2013 itu tersisa 677 unit angkot.

Baca Juga :   Pemkot Palu Tampung Saran Lewat Konsultasi Publik

“Kemudian data terakhir hingga Oktober 2014, jumlah angkot yang masih aktif membayar retribusi itu jumlahnya tinggal 377 unit,” katanya.

Lebih lanjut Kahar menuturkan, berkurangnya jumlah angkot itu disebabkan semakin kurangnya keinginan warga yang menggunakan jasa angkot.

Hal itu terjadi kata dia, karena semakin mudahnya warga memperoleh atau membeli kendaraan roda dua.
Meski angkanya berkurang, namun pihaknya memastikan tidak ada lagi penambahan angkot di Kota Palu.
Namun kata dia, apabila ada warga yang ingin mengurus izin trayek, bisa dilakukan dengan cara peremajaan kembali.
“Sekarang ini tidak ada lagi penambahan, pengeluaran izin trayek baru itu sudah tidak ada. Adapun kalau ada yang baru, bukan penambahan lagi istilahnya, tapi peremajaan,” kata Kahar.

Baca Juga :   BSI Area Palu Mulai Migrasi Rekening Eks BRIS-BNIS

Maksud Kahar adalah apabila ada warga yang ingin mengurus izin trayek, maka pihak Dishub tidak akan mengeluarkan lagi izin trayek yang baru, tetapi hanya dengan mengalihkan izin trayek bagi angkot yang tidak beroperasi lagi untuk izin trayeknya. “Jangan sampai ada masyarakat yang salah paham bahwa tidak ada lagi pengurusan izin trayek angkot itu,” tuturnya.

Sementara itu, Asriani, seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Palu mengaku kecewa jika keberadaan angkot terancam punah.

Menurutnya, angkot masih sangat penting dan dibutuhkan warga Kota Palu, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Angkot masih sangat dibutuhkan di Palu, apalagi kita mahasiswa begini yang tiap saat mau ke kampus membutuhkan jasa angkot yang masih terjangkau harganya dibanding menggunakan jasa angkutan lainnya,” kata ibu satu anak itu.
Untuk itu, dia meminta pemerintah juga bertanggung jawab terhadap penyediaan angkutan orang dan barang, sehingga bisa menciptakan lapangan usaha bagi penyelenggaraan angkutan umum perkotaan.

Baca Juga :   Polsek Palu Timur Bagi-Bagi Takjil ke Pengendara

Hal itu sesuai amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, dimana pemerintah diwajibkan menyediakan fasilitas angkutan umum yang aman, nyaman dan mudah diakses oleh masyarakat. RUSLI/ICHAL

Komentar

News Feed