oleh

Dana Partai Hanura Parmout Diduga Dikorupsi

SULTENG POST- Pengelolaan dana pembinaan pada DPC Partai Hanura Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) diduga terdapat penyimpangan alias dikorupsi.

Hal itu terungkap berdasarkan hasil telaah Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi.

Demikian ditegaskan Kepala Kejari Parigi, Widagdo yang dihubungi Sulteng Post, Rabu (12/11/2014).

Dia mengatakan, setelah menerima laporan secara tertulis dari sejumlah kader Partai Hanura terkait dugaan penyalahgunaan dana pembinaan partai, pihaknya langsung melakukan proses telaah kasus.

Menurut dia, berdasarkan hasil telaah dari sejumlah dokumen yang disertakan dalam laporan, pihaknya menemukan ada dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana tersebut.

“Ada penyimpangan yang ditemukan pihak kami dalam pengelolaan dana itu. Bahkan, hal itu juga sudah terlihat dalam dokumen yang diserahkan pihak pelapor,” tuturnya.

Baca Juga :   Sekda Parmout Nyatakan ‘Rumah Presiden’ Bukan Aset Pemda

Karena ditemukan ada penyimpangan tambah Widagdo, pihaknya belum lama ini telah mengundang sejumlah saksi yang dinilai mengetahui pasti tentang pengelolaan dana pembinaan partai tersebut guna untuk mendalami kasus tersebut.
Namun, ketika ditanyakan siapa saja yang telah diperiksa, Widagdo enggan menjelaskan secara rinci.

Sebab, Kasi Intel yang menangani kasus tersebut belum memberikan laporan secara rinci terkait pemeriksaan itu.
“Saya belum terima laporannya secara rinci, siapa saja yang akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus itu,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah kader serta pengurus harian DPC Partai Hanura Kabupaten Parmout mendatangi Kajari Parigi melaporkan salah satu kader partai tersebut karena ada penyalahgunaan pada pengelolaan dana pembinaan partai sejak tahun 2013 hingga 2014.

Baca Juga :   Sekda Parmout Nyatakan ‘Rumah Presiden’ Bukan Aset Pemda

Diperoleh keterangan, dana pembinaan Partai Hanura di Parmout tahun 2013 diketahui sebanyak 40 juta lebih dan tahun 2014 sekitar Rp27 juta.

Dana partai itu ternyata sudah dicairkan dan diterima oleh sejumlah oknum kader partai, namun hingga kini tidak jelas pertanggungjawabannya.

Berdasarkan pengakuan Darsing Larekeng selaku Bendahara DPC Partai Hanura, dirinya sejauh ini tidak pernah melakukan proses pencairan dana pembinaan partai pada bagian Kesbang Kabupaten Parmout. Tetapi anehnya, dana itu bisa cair dan diduga tahun 2014 ini hal yang sama juga terjadi sekitar Rp27 juta juga telah dicairkan.

Diduga proses pencairan dana tersebut dilakukan oleh Ketua DPC Partai Hanura, H Hasbi Dg Sitaba dan Hengky Osean selaku Sekretaris.

Baca Juga :   Sekda Parmout Nyatakan ‘Rumah Presiden’ Bukan Aset Pemda

Hal itu berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya beberapa waktu lalu. OPPIE

Komentar

News Feed