oleh

Korban Kecelakaan Berhak Dapat Santunan

-Kota Palu-217 views

SULTENG POST- Korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) berhak memperoleh santunan dari Jasa Raharja dengan jumlah uang maksimal Rp10 juta.

Uang santunan tersebut akan diberikan jika individu yang terlibat laka lantas tersebut, melaporkan dan melakukan registrasi kepada pihak kepolisian.

Sehubungan dengan hal itu, Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Palu, Ipda Muhammad Nai kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, setiap warga yang mengalami kecelakaan lalin dan kasusnya diproses oleh pihak kepolisian, dipastikan akan memperoleh santunan dari Jasa Raharja.

“Kecuali laka tunggal seperti tabrak deker, jatuh di got, jatuh sendiri atau lawannya tidak ada, maka laka yang seperti ini tidak berhak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja, sekalipun yang bersangkutan meninggal dunia,” katanya.

Baca Juga :   Polsek Palu Timur Bagi-Bagi Takjil ke Pengendara

Lebih jauh Ipda Nai menjelaskan, santunan yang akan diberikan didasarkan pada biaya perawatan selama menginap di rumah sakit dan resep dokter. Biaya santunan tersebut diberikan tidak berdasarkan uang tunai.

Untuk itu, pihaknya juga telah meneken kontrak kerja sama (MoU) dengan semua rumah sakit yang ada di Palu dalam memberikan santunan kepada korban laka, kecuali Rumah Sakit Alkhairaat Palu.

“Semua korban kecelakaan yang dirawat di rumah sakit dan kasus kecelakannya diproses oleh pihak kepolisian secara otomatis akan mendapatkan santunan, Jasa Raharja akan melakukan survey dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit kemudian korban laka akan dijaminkan santunan maksimal Rp10 juta,” katanya.

Untuk korban laka lantas yang meninggal dunia lanjutnya, tetap akan mendapatkan santunan melalui ahli warisnya.
“Untuk kasus seperti ini, ahli waris harus menyiapkan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan nomor rekening, laporan polisi dan surat kematian dari rumah sakit (jika meninggal dirumah sakit) atau surat kematian dari lurah/desa jika meninggal di luar rumah sakit,” tutur perwira berpangkat satu balak di pundaknya itu.

Baca Juga :   Penerima BPUM Harap Hindari Kerumunan

Untuk korban laka yang dirawat di rumah sakit paparnya, tidak perlu menyiapkan berkas seperti laka yang meninggal. Bagi korban laka yang dirawat di rumah sakit, yang laporan polisinya diproses secara otomatis akan mendapatkan biaya santunan dari pihak Jasa Raharja.

Lebih lanjut Ipda Nai juga mengatakan, pemberian santunan bagi korban laka oleh Jasa Raharja telah diatur dalam Undang-undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964 tentang Pemberian Pelayanan Kepada Korban Lakalantas.

UU tersebut kata Nai, mengamanahi Jasa Raharja sebagai perusaahan yang memberikan pelayanan pasca terjadinya kecelakaan yakni kepada korban kecelakaan dan atau ahli waris korban kecelakaan.

“Itulah bentuk program Jasa Raharja dalam memberikan kontribusi pada upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.

Baca Juga :   BSI Area Palu Mulai Migrasi Rekening Eks BRIS-BNIS

Untuk itu, dia mengharapkan masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas untuk tidak takut melaporkan kejadiannya kepada pihak yang berwajib. Hal tersebut dikarenakan, pihak jasa raharja akan memberikan santunan dari proses yang telah dilakukan pihak kepolisian.

“Siapa pun yang terlibat kecelakaan jangan takut diproses kasusnya karena Jasa Raharja akan memberikan santunan berdasarkan laporan dari polisi,” katanya. SADLI

Komentar

News Feed