oleh

Pendidikan Lebih Cenderung ke Kecerdasan Intelektual

-Pendidikan-dibaca 1.222 kali

SULTENG POST – Saat ini, paradigma dunia pendidikan di indonesia khususnya di Sulteng lebih cenderung pada kecerdasan intelektual saja. Padahal, ada kecerdasan lain yang harus dimiliki oleh setiap anak didik yakni kecerdasan emosional.

Demikian diungkapkan Sekjen Pengurus Besar (PB) Alkhairat Pusat, Lukman S Thaher, saat memberikan sambutan dalam persemian rehabilitasi gedung Madrasah Ibtidaiyah Alkhairat, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Sabtu (30/8/2014).

Dia katakan, ada dua aspek yang mendasar terkait dengan paradigma dunia pendidikan saat ini. Paradigma pendidikan di Indonesia lebih banyak berorientasi pada kecerdasan intelektual saja. Sedangkan kecerdasan intelektual hanya menekankan dua aspek yakni, aspke bahasa dan aspek matematis.

“Orang telah dianggap unggul jika memiliki dua karakter ini, kacerdasan metematika dan kecerdasan bahasa. Oleh karena itu, semua sekolah berlomba-lomba mencapai dua aspek tersebut,” katanya.

Baca Juga :   PTMT SMPN 7 Palu, Hanya Diikuti yang Sudah Divaksin

Padahal, kata lukman, ada kecerdasan yang lain yang harus dimiliki oleh setiap anak didik, yaitu kecerdasan emosional.

Hampir semua lembaga pendidikan, ujar Lukman, telah melupakan aspek kecerdasan emosional. “Padahal, aspek inilah yang menyebabkan lahirnya anak-anak bangsa yang bermoral dan berahlak,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Lukman, Alkhairat sebagai organisasi keagamaan yang bergerak dibidang pendidikan, sejak awal sudah memiliki paradigm pendidikan yang berbeda dengan konsep pendidikan bangsa Indonesia.

“Di alkhairat tidak hanya transfer pengetahuan, kecerdasan intelektual semata yang ditekankan, tetapi juga kecerdasan emosional,” ujar mantan Rektor Unisa itu.

Selain itu, Lukman juga mengatakan, kecerdasan emosional memiliki tiga ciri, yakni, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bersosialisasi dan kemampuan berempati kepada sesama.

Baca Juga :   Rektor Untad Sambut Mahasiswa Atlet Peraih Medali PON Papua XX 2021

Di alkhairat, ujar Lukman, setiap anak didik diajarkan untuk menjalin komunikasi dengan teman sesamanya. Di sana pula mereka diajarkan menghormati yang lebih tua, dengan membudayakan salam kepada yang lebih tua.

Dengan budaya seperti ini, akan tumbuh rasa empati anak didik dengan sesamanya, lebih-lebih kepada guru yang yang mendidiknya.

“Jadi kepedulian inilah yang dibangun dengan kecerdasan emosional yang diterapkan di perguruan alkhairat,” katanya.

Jadi, menurut Lukman, terjadinya pergeseran nilai dalam dunia pendidikan antara guru dan anak didik selama ini, lebih disebabkan pada tidak diterapkannya kecerdasan emosional kepada anak didik.URY/SADLI

Komentar

News Feed