oleh

Anak-anak jadi Pengemis di Kantor Bupati Donggala

-Kab. Donggala-dibaca 667 kali

KEMISIKINAN umumnya terdapat di wilayah pelosok dan perdesaan tertinggal. Namun berbeda di Kabupaten Donggala, kemiskinan justeru terlihat di pusat pemerintahan. Rumah gubug berdiri di deretan bangunan megah kantor pemerintah. Penghuninya jadi pengemis di Kantor Bupati Donggala, mirisnya mereka masih anak-anak.

LAPORAN : Situr Wijaya

RABU siang sekitar pukul 11.45 Wita saya ke Ruangan Humas di Kantor Bupati Donggala. Setibanya disana saya menuju pintu masuk ruangan Kabag Humas Pemda Donggala, Dodi Utomo, untuk mengurus sesuatu.

Sepeda motor saya parkir di tempat parkir halaman Humas. Kaki melangkah pelan, maklum bulan puasa.  Badan terasa agak lemas. Beberapa meter saya melangkah terdengar suara lembut anak-anak dari samping kiri.

Baca Juga :   DPRD Donggala Koordinasi Pengelolaan Sampah ke DLH Gorontalo Utara

Om minta uang buat beli beras,” kata anak itu.

Saya pun menoleh ke kiri.

“Buat beli beras om,” katanya lagi pelan sambil memegang baju kusut dipakainya.

Mereka jumlahnya ada empat orang.

“Bagi kalian bersempat ya,” ujarku sambil menyerahkan sejumlah uang.

Pantauan saya di depan ruang KORPRI dekat Ruang Humas Kantor Bupati Donggala, terlihat ada empat bocah yang sedang mengharapkan belas kasih dari para pegawai di kantor pemerintah tersebut.

Satu demi satu sejumlah pegawai memberikan sejumlah uang recehan, ada yang Rp5.000, ada juga yang memberi Rp2.000.   Ada juga yang memberikan minuman kepada mereka.

Keempat pengemis di bawah umur tersebut masing-masing bernama Camo (2 tahun), Nazar (8 Tahun), Asrin (5 Tahun) dan Vina (6 Tahun).

Baca Juga :   Bahtiar Dibanjiri Aspirasi Masyarakat Desa Mbuwu

Empat diantara bocah-bocah ini satu belum sekolah, yaitu Camo, sementara ketiganya mengaku sudah bersekolah di SDN 23 Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

Ketika saya bertanya apakah ada yang menyuruhnya menjadi pengemis,  mereka mengaku tidak ada yang menyuruh.

“Tidak ada yang suruh saya om,” kata salah satu pengemis bernama Vina.

Dia mengaku mengemis sejak pukul 10.00 Wita.

“Sampai sore om. Sampai orang selesai kerja, kita pulang,” tuturnya.

Pemadangan seperti ini bukan saja hanya menjelang lebaran, namun setiap harinya mereka melakukan hal yang sama seusai pulang dari sekolah.

Keempat anak ini tinggal Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa tepat di Depan Kantor DPRD Donggala.

Baca Juga :   Warga Banawa Selatan Minta Perbaikan Jalan

Rumah-rumah yang mereka tempati jauh dari kata layak. Rumah gubug dari kayu berdiri di deretan bangunan megah kantor bupati dan kantor DPRD Donggala.

Kondisi itu memaksa Bupati Donggala untuk memperhatikan nasib mereka, apa lagi mereka tinggal di areal kompleks perkantoran yang seharusnya menjadi prioritas penuntasan kemiskinan. TUR

 

Komentar

News Feed