oleh

Pilkada Bangkep, 112 Calon Panwascam Ikut Tes Tertulis

SULTENG POST – Sebanyak 112 calon Panitia Pengawasan Kecamatan (Panwascam) se Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) mengikuti tes tertulis di Gedung SMA Negeri 1 Tinangkung, Jalan KRI Teluk Bayur Salakan, Senin (27/6).

Tes tertulis guna menjaring calon anggota Panwascam yang memiliki integritas yang tinggi, memiliki pengetahuan terkait Undang – undang kepemiluan serta mampu bekerja penuh waktu. Tes tertulis ini merupakan seleksi tahap II setelah tahap kelengkapan adminitrasi.

Ketua Pokja Seleksi Panwascam Bangkep, Jeprianto Yama mengatakan, jumlah pendaftar mencapai 122 orang, yang lolos seleksi berkas hanya 115 peserta. Tiga diantaranya tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

“Tujuh pendaftar tidak memenuhi syarat adminitrasi seperti legalisir ijazahnya tidak asli hanya foto copy, belum cukup umur. Ada juga surat keterangan sehat tidak asli. Seluruh peserta yang ikut ujian ini adalah yang lolos seleksi adminitrasi,” jelas Jeprianto Yama pada Sulteng Post, Senin (27/6).

Ia menjelaskan, materi tertulis yang tersaji dalam 50 soal dengan waktu 120 menit itu terkait Undang – undang nomor 1 Tahun 2014 dan Undang – undang Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.

“Materinya dibuat langsung oleh Bawaslu Provinsi. Yang jelas soal ujian tertulis itu terkait Undang – Undang nomor 1 tahun 2014 dan undang – undang nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada,” jelasnya.

Ia mengatakan, dari hasil tes tersebut akan dipilih enam peserta dengan nilai terbaik untuk mengikuti tes wawancara. Dalam melakukan koreksi hasil tes tertulis kata Jeprianto Yama, Panwas betul – betul netral dari intervensi pihak lain.

“Pastinya yang terpilih adalah yang terbaik. Kita juga sudah siap ketika ada gugatan dari pihak-pihak yang keberatan. Karena pada tahap seleksi berkas juga sudah ada yang keberatan, makanya kita buka supaya jelas,” ujarnya.

Ketua Panwas Bangkep, Haerudin Ilyas menyampaikan kepada seluruh peserta untuk mengikuti ujian tertulis secara jujur. Jangan melakukan kecurangan apalagi gratifikasi dalam bentuk apapun untuk lolos ke tahap berikutnya.

“Saya meminta kepada bapak ibu jangan coba – coba melakukan gratifikasi. Jangan iming – imingi kami dengan apapun. Kalau memang bapak ibu memiliki potensi dan layak menjadi Panwas kecamatan pasti akan lolos,” kata Haerudin Ilyas dihadapan seluruh peserta.

Ia menegaskan, jika ada peserta yang mencoba melakukan gratifikasi atau tindakan yang melawan hukum akan diberi sanksi tegas yakni, selain di gugurkan juga dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Pilkada ini akan terlaksana dengan baik kalau pengawasnya bekerja dengan baik. Kalau diawal pada saat rekrutmen sudah melakukan hal – hal yang tidak baik pasti kinerjanya juga tidak akan baik. Kalau ada yang melakukan gratifikasi kami akan laporkan,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada para peserta untuk mengerahkan kemampuannya mengikuti ujian, tidak perlu khawatir dengan kinerja Panwas dalam menyeleksi hasil tes tertulis. Yang lolos enam besar adalah peserta dengan nilai terbaik.

“Yakin saja dengan potensi masing – masing dan bapak ibu tidak perlu khawatir nilai tertinggi itu akan kami urut. Misalnya nilai tertinggi itu 100 maka dia yang nomor satu. Silahkan mengikuti ujian ini dengan baik,” ujarnya. NRL

Komentar

News Feed