oleh

Presma Unisa Akui Sulit Satukan Mahasiswa

SULTENG POST- Ketua Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu yang baru Abdul Qadir Aljufrie mengaku sulit menyatukan mahasiswa Unisa Palu dalam masa priodenya, mengingat sejumlah kendala itu telah mengakar pada mahasiswa.

Salah satu kendala yang paling besar dan telah mengakar pada mahasiswa Unisa Palu adalah persoalan idiologi di sejumlah eksra di kampus universitas tertua ini. Permasalahan inilah yang telah memecah belah mahasiswa Unisa Palu selama ini, hingga sulit untuk disatukan, bahkan puncaknya kampus ini mengalami kekosongan ketua Presma selama dua periode.

Untuk menyatukan dan mengembalikan pada idiologi Alkhairaat kata Ketua Presma baru ini butuh waktu yang cukup panjang, mengingat isu idiologi sangat sensitif, apa lagi jika idiologi itu sudah mengakar di sejumlah UKM di dalam kampus ini.

Baca Juga :   Omnibus Law Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif

Di masa kepengurusannya ini, kemungkinan besar katanya hanya mampu meletakkan dasar atau pondasi idiologi Alkhairaat di UKM yang telah dikuasai idiologi di luar Alkhairaat. Namun setidaknya kata Abdul Qadir, harus ada upaya untuk mengembalikan dan menyatukan mahasiswa pada idiologi Alkhairaat, walau hanya sebatas meletakan pondasinya.

“Kemungkinan tahun ini kita hanya mampu meletakan dasar atau pondasi nilai idiologi Alkhairaat itu, namun untuk menyatukan sepertinya masih sangat sulit, namun setidaknya tahun ini kita bisa meletakan nilai-nilai dasar Idiologi itu,” kata Abdul Qadir via telEpon.

Olehnya itu, pihaknya telah memprogramkan sejumlah kegiatan dan memasukan doktrin-doktrin Alkhairaat di kegiatan tersebut, sehingga doktrin Alkhairaat itu dapat membumi kembali di setiap diri mahasiswa Universitas Alkhairaat Palu.

Baca Juga :   Dosen Untad Ciptakan 5 E-Aplikasi Berguna Bagi Masyarakat

Saat ini selaku Ketua Presma baru, Abdul Qadir sementara menyusun struktur kepengurusan, usai menyusun kepengurusan tersebut, ia berjanji akan merealisasikan sejumlah program yang telah memasukan doktrin Alkhairaat tersebut.

“Inikan baru kita menyusun kepengurusan, setelah itu baru kita adakan sejumlah kegiatan yang memasukan doktrin-doktrin Alkhairaat itu, mahasiswa harus kembali kepada ideologi Alkhairaat itu,” tambahnya. AMI

Komentar

News Feed