oleh

Dosen Unisa, Temukan Cara Pengendalian Hama Berbasis Ekosistem

SULTENG POST- Dosen Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, kembali memberikan sumbangsih yang sangat besar pada dunia pertanian di Indoesia, khususnya petani bawang merah di Sulawesi Tengah.

Dr Kasman Jaya Saad, adalah dosen Fakultas Pertanian Unisa Palu yang telah berhasil menemukan teknik pengendalian hama berbasis ekosistem atau Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pertanian bawang merah.

PHT adalah cara pendekatan/cara berfikir/falsafah pengendalian hama didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efesiensi ekonomi dalam kerangka pengelolaan agroekosistem secara keseluruhan.

Dengan kata lain, PHT ini berbeda dengan konsep pengendalian hama konvensional yang selama ini sangat tergantung pada pestisida. Konsep PHT sangat selaras dengan pertanian berkelanjutan, yaitu pertanian yang memenuhi kebutuhan kini tanpa berdampak negatif atas sumber daya fisik yang ada, sehingga tidak membahayakan kapasitas dan potensi pertanian masa depan untuk memuaskan aspirasi kebendaan dan lingkungan generasi mendatang.

Baca Juga :   Miliki Narkotika, Karyawan PT IMIP Ditangkap

“Kita ketahui bersama, kehilangan hasil bawang merah akibat serangan hama dan penyakit atau Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dapat mencapai 50 persen, bahkan beberapa daerah dilaporkan gagal panen, sehingga hal ini mendorong petani melakukan pengendalian hama dengan cara menggunakan pestisida yang diangap sebagai dewa penolong,” jelas Kasman Jaya Saad, di gedung Almuhsinin, saat peluncuran buku berjudul UNISA UNTUK SULTENG, belum lama ini.

Namun kata Kasman, hal itu tidak disadari oleh masyarakat, jika penggunaan pestisida secara berkelanjutan dapat merusak lahan pertaian itu sendiri, sehingga membutuhkan cara jitu pengendalian hama dengan menggunakan pendekatan atau berbasis ekosistem.

Tapi kata Kasman, cara pengendalian hama berbasis ekosistem itu atau disebut  PHT ini, petani harus dapat memiliki pengetahuan tentang lingkung pertanian. Dengan memiliki pengetahuan lingkungan, berpengaruh signifikan terhadap tingginya sikap dan perilaku petani dalam pengendalian hama yang berbasis ekosistem (PHT).

Baca Juga :   Rektor Nilai Mapala Salah Satu UKM Pengkaderan Bagus

Lanjut Kasman, berdasarkan hasil penelitian itu, petani bawang merah di kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah membutuhkan pengetahuan tentang lingkungan untuk menguragi tingkat penggunaan dan ketergantungan pada pestisida yang telah dianggap sebagai dewa penolong. Sebab berdasarkan penelitiannya, dengan menggunakan pendekatan berbasis ekosistem tersebut juga dapat menekan angka penggunaan pestisida tanpa mengurangi hasil panen bawang merah.

“Petani membutuhkan pengetahuan lingkungan untuk mengurangi tingkat penggunaan pestisida yang jelas-jelas dapat merusak ekosistem jika digunakan secara terus-menerus,” jelasnya.

Penelitian yang dilakukan Dr Kasman Jaya Saad tersebut, berlangsung selama enam bulan, di mulai sejak September 2014 sampai dengan Maret 2015, di Desa Olobojo dan Desa Soelowe Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Provinsi Sulawesi Tengah. AMI

Baca Juga :   Pemkot Dorong ATS Kembali Bersekolah.

Komentar

News Feed