oleh

Percepat Selesaikan Studi, Mahasiswa Untad Akui Kesal Dipimpong

SULTENG POST – Sejumlah mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) angkatan 2008, 2009 dan 2010 yang digenjot penyelesaian studinya akibat terncam Drop Uot (DO) di kampus tersebut, merasa kesal dipimpong-pimpong oleh sejumlah staf rektorat saat hendak bertemu dengan Rektor Untad, Profesor Muhammad Basir.

Salah seorang mahasiswa yang ditemui koran ini, Selasa (21/6/2016) di lantai IV Rektorat menyesalkan sikap sejumlah staf rektor yang terkesan menghalang-halangi mahasiswa saat ingin bertemu Rektor Untad, Profesor Muhammad Basir.

“Kita tadi mau ketemu bapak (Profesor Basir) untuk minta kebijakan terkait ini (penyelesaian studi), tapi kita disuruh sama staf disitu menghadap ke Warek 1 dulu, setelah dari Warek 1, kita disuruh lagi menghadap dekan. Dari dekan katanya otoritas tertinggi ada di tangan rektor. Jadi, kitorang datang lagi kesini menunggu dulu untuk menghadap pak rektor,” jelas mahasiswa yang meminta tidak disebutkan identitasnya, Selasa (21/6/2016).

Baca Juga :   Omnibus Law Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif

Menurut mahasiswa, sikap sejumlah staf rektor kepada mahasiswa yang ingin mempercepat studinya karena terancam DO terkesan angkuh. Kondisi seperti ini membuat sejumlah mahasiswa kesal dengan pelayanan kampus yang cenderung tidak pro terhadap mahasiswa yang memang terancam dikeluarkan secara paksa di kampus Untad, khususnya angkatan 2008 dan 2009.

Dari pantauan media ini, oknum staf rektor saat memanggil mahasiswa yang terancam DO untuk bertemu rektor terkesan menggunakan nada keras.

“Satu orang saja kamu (kalian) masuk ke dalam ketemu bapak. Perwakilan saja!” kata oknum staf dengan nada sedikit keras.

Saat ini, pihak Untad sedang mempercepat penyelesaian studi ribuan mahasiswa yang terancam di DO karena melewati batas waktu studi.

Baca Juga :   Omnibus Law Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif

Menanggapi hal ini, Rektor Untad yang dihubungi lewat pesan singkat mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kebijakan itu kepada fakultas dan jurusan.

“Tidak perlu ketemu rektor, karena itu teknis nya ada di jurusan,” kata guru besar di Fakultas Pertanian Untad ini.

Basir juga menjelaskan, sejak jauh hari pihaknya sudah mengingatkan para mahasiswa yang terancam DO untuk segera menyelesaikan studinya di kampus.

“Sisa waktu yang tinggal hitungan hari mau serius ngurus, sementara banyak yang mata kuliahnya masih 30 SKS, biar juga menghadap siapa mata kuliah tidak bisa disulap,” jelas Rektor Untad.ENG

 

Komentar

News Feed