oleh

Penanganan Korupsi BWSS III, Menanti Komitmen Kejati

-Metropolis-dibaca 283 kali

SULTENG POST – Penanganan kasus dugaan korupsi di lingkup Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III kian ditunggu masyarakat di Sulawesi Tengah, utamanya masyarakat di Kota Palu. Hal tersebut dikarenakan intensitas publikasi.

Demikian dikatakan Koordinator Front Sulteng Menggungat Rully H kepada wartawan, Senin (20/6/2016) malam.

Ia menganggap kefakuman penanganan konspirasi dugaan korupsi di BWSS III harus diungka, meski saat ini pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng masih belum mau mengungkap apa saja dan dimana saja proyek – proyek di BWSS yang bermasalah dan ditengarai merugikan keuangan Negara tersebut.

Rully mengatakan, sejak mencuatnya dugaan korupsi di BWSS III beberapa bulan lalu, mestinya sudah ada gambaran siapa saja yang bermasalah pada kasus itu, namun demikian ia mengapresiasi sikap Kejati yang berani mengungkap dugaan korupsi yang di instansi vertikal Kementerian Pekerjaan Umum tersebut.

“Demi memulihkan nama penegak hukum, utamanya Kejaksaan Tinggi. Karena sejauh ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum mulai menurun,” katanya.

Olehnya, Rully meminta keseriusan pihak Kejati dalam mengungkap beberapa kasus yang ada di BWSS sampai tuntas, sehingga pemulihan nama Kejati di masyarakat akan kembali mendapat kepercayaan dalam hal penanganan perkara korupsi di Sulteng, khususnya di BWSS III.

Selaku sosial kontrol tentunya media dan pegiat anti korupsi di Sulteng lanjutnya, akan membantu dan mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum di daerah ini, paling tidak ada koneksitas dengan lembaga lembaga pengawasan keuangan Negara, sehingga tugas dan fungsi kontrol masyarakat dan bahan laporan masyarakat dapat menjadi referensi bagi dan akan berguna dalam penindakan perkara korupsi di daerah ini, apalagi jika itu menyangkut keuangan Negara utamanya APBN.

“Sebagai lembaga sosial kontrol terhadap penggunaan uang Negara, kami berhadap komitmen kejaksaan menangani perkara dugaan korupsi di BWSS,” harap Rully.

Sementara itu Kepala Seksi Penkum Humas Kejati Sulteng Andi Rio belum mengeluarkan komentar terkait perkara dugaan korupsi di BWSS III, namun ia meyakini bahwa pihak Kejati masih terus melakukan pengumpulan data (Puldata) guna memperkuat keterangan beberapa oknum kontraktor dan pejabat bahkan Kepala BWSS Nizam Lembah yang telah dipanggil dan diperiksa oleh pihak Kejati.

Ditemui di ruangannya Selasa (21/6/2016), Andi Rio belum bisa memberikan informasi maupun keterangan kepada wartawan terkait perkara itu.

“Kan sekarang masih dalam penanganan pihak penyidik. Saya belum mendapat perintah dan  petunjuk dari pimpinan untuk menyampaikan ke publik terkait perkara tersebut,” ujarnya.

Ia meminta, agar masyarakat dapat memahami bahwa penanganan perkara korupsi yang sedang ditangani Kejati tidak seperti yang berkembang di masyarakat. Selain perkara yang sudah bergulir kata dia, pihak Kejati juga sedang menyelesaikan perkara perkara lamaa yang belum tuntas.

“Ini merupakan salah satu tugas penting yang harus segera dituntaskan, sehingga tidak ada lagi yang tersisa,” ungkap Rio.

Perkara perkara yang terindikasi masih mengendap terangnya secepatnya diselesaikan paling tidak ada menjadi prioritas. Jika itu kata Rio. tidak bermasalah atau perkara tersebut dianggap tidak cukup alat bukti maka dihentikan, jika ditemui unsur pidana maka ditindak lanjuti akan tidak menumpuk dan menjadi beban pimpinan berikutnya. BOB

Komentar

News Feed