oleh

Jangan Beri Uang ke Pengemis!

-Metropolis-dibaca 531 kali

SULTENG POST – Masyarakat Kota Palu diimbau agar jangan lagi memberikan uang, sumbangan atau bantuan dalam bentuk apapun kepada pengemis, karena mereka sudah dikomersilkan.

“Maraknya pengemis yang berkeliaran di wilayah Kota Palu, baik yang cacat tubuh maupun yang tidak, diduga kuat sudah bersifat komersil. Bahkan para pengemis itu ditampung dan dikoordinir oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Rehabilitas dan Bansos Dinsosnaker Kota Palu, Jafar, Senin (20/6).

Sudah bukan rahasia lagi, kalau ada sindikat yang mengorganisir pengemis dan gelandangan dalam “organisasi” yang cukup rapi. Bahkan bayi yang baru berusia beberapa bulan pun dieksploitasi, digendong-gendong di jalan panas dan berdebu untuk menggugah iba para penggunan lalu lintas.\

Oleh karena itu, Jafar meminta kepada masyarakat agar tidak memberikan apapun kepada pengemis itu, baik yang cacat tubuh maupun tidak.

“Karena para pengemis itu sudah dikomersialkan. Malah pernah kami merazia pengemis yang cacat, setelah di hantar kekeluarganya ternyata kehidupanya masih layak. Kalau sudah seperti itu, mereka meminta bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tetapi sudah untuk mencari kekayaan,” ungkapnya.

Data dari investigasi instansi terkait, ada pengemis yang memiliki sawah yang cukup luas di daerah asalnya, punya rumah yang bagus.

Menurut Jafar, mereka menjalani profesi sebagai pengemis untuk meraup pundi-pundi rupiah memanfaatkan keramahan warga Kota Palu setiap sehari. Sayangnya, masyarakat tidak menyadari itu sehingga pengemis masih menjamur di Kota Palu.

Sebaliknya, dia mengancam memberi tindakan tegas kepada gembong-gembong sindikat pengemis itu. TEN

Komentar

News Feed