oleh

DR. Supriadi, Siap Pimpin Untad

-Pendidikan-dibaca 466 kali

SULTENG POST- Suksesi kepemimpinan di Universitas Tadulako (Untad) Palu makin memanas. Minggu (31/8) bertempat di salah satu restoran di Kota Palu, Prof Supriadi menggelar konfrensi Pers sekaligus testimodi terkait kesiapan untuk maju sebagai pucuk pimpinan di Universitas bergengsi di Sulteng ini.
Ia berjanji di hadapan insan media dan sejumlah guru besar dari Untad, jika dirinya diberi kesempatan untuk memimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) itu, akan mengadakan sejumlah perubahan, terlebih perubahan atmosfir akademik kampus. Mengingat saat ini katanya, pembangunan di kampus itu hanya sekedar pembangunan pada sektor sekundernya saja, sedang di sektor Primer sepertinya terabaikan. Pada hal menurutnya sektor Primer inilah yang berdampak langsung dengan kebutuhan akademik kampus.
Pembangunan sektor sekunder yang dimaksud adalah pembangunan sejumlah gedung termasuk gedung rektorat yang menelan anggaran yang begitu besar, yang tidak begutu penting saat ini. Sementara kebutuhan Primer seperti fasilitas sarana perkuliahan, infokus, computer dan gedung perpustakaan tampak terabaikan, pada hal itulah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan akademik mahasiswa.
Jangan heran katanya, jika Perguruan Tinggi Negeri kebanggaan Sulawesi Tengah ini masih terakreditasi C, itupun katanya, akreditasi C kurus. “Kita tidak bisa memunafikan pembangunan yang dilakukan Rektor saat ini, sangat bagus. Namun itu hanya nampak dari luar, sementara yang di dalam yang bersentuhan langsung dengan kegiatan proses pendidikan, proses belajar mengajar termasuk gedung perpustakaan terabaikan, ini yang harus kita rubah,”ungkapnya.
Selain itu, ia juga berjanji di 2015 akan datang, jika betul-betul dirinya diberi kesempatan memimpin Untad, semua dosen golongan IVd harus sudah bisa Profesor. Olehnya, kesempatan tersebut harus dapat dibuka seluas-luasnya, bahkan ia akan membuka kembali jalinan kerjasama dengan semua pemerintah daerah kabupaten/kota hingga provinsi yang selama kepemimpinan Rektor Basir ditidak terjalin, pada hal katanya pemerintah dan perguruan tinggi itu harus ada jalinan kerjasama demi kemajuan daerah dan perguruan tinggi itu sendiri.
Di tempat yang sama, DR. Muzakir Tawil mengatakan, siapapun rektor yang terpilih dari empat kandidat yang ada, Prof Basir, Prof Subriadi, Chaidir Anwar dan Saharudin harus dapat membangun fasilitas yang dapat menunjang proses akademik di kampus. Apa lagi katanya di tahun 2015 ini, Indonesia mau tidak mau, siap tidak siap harus dapat menyambut Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) dan Kota Palu sendiri ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Sebagai PTN kita harus siap menghadapi itu semua, bagaimana kita bisa menghadapi itu, sementara fasilitas untuk melahirkan SDM masih seperti saat ini, masih sangat memperhatinkan,”keluhnya.
Sementara Prof Fatmawati sebagai salah satu anggota senat di Untad, meminta agar siapapun jadi rektor ke depan harus dapat memfungsikan senat dengan sebaik-baiknya, mengingat ke 74 anggota senat tersebut adalah orang-orang terbaik yang dimiliki Untad, serta tentunya memiliki kemampuan yang mempuni pula. Sangat disayangkan jika tidak di tempatkan pada tempatnya. AMI

Baca Juga :   STPL Palu Dapat Kunjungan Perdana dari Sakinah Aljufri

Komentar

News Feed