oleh

Satpol PP Bantah Pukul Mahasiswa

-Kota Palu-dibaca 672 kali

SULTENG POST – Kepala Bidang Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kota Palu, Atman A membantah adanya petugas Satpol PP yang melakukan pemukulan kepada mahasiswa yang mengamen pada Selasa malam (5/10), saat petugas melakukan razia pengamen.

“Tidak benar berita adanya pemukulan kepada mahasiswa pada malam razia itu,” tegasnya kepada Sulteng Post, Kamis (6/11).

Atman juga menyayangkan pemberitaan beberapa media yang memuat tuntutan mahasiswa untuk menonaktifkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Palu.

Baca Juga :   Manfaatkan Potensi Panas Bumi, PGEO Komitmen Hadirkan Energi Bersih dan Ramah Lingkungan

“Intinya tidak ada mahasiswa yang dipukul dan diintimidasi seperti yang diberitakan,” katanya.

Sebelumnya, pada Rabu (5/11) puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Sulteng mendatangi DPRD Kota Palu. Massa menuntut agar anggota dewan segera menonaktifkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Palu. Hal ini dipicu atas penangkapan dan pemukulan oknum Pol PP terhadap mahasiswa pada Selasa malam (4/11).

Dalam orasinya di depan DPRD Kota Palu, Koordinator Aksi, Abdul Haris mengatakan selain menangkap tiga orang mahasiswa, aparat Satpol PP juga mengambil spanduk tuntutan untuk menolak kenaikan BBM.

Selain ditangkap, Haris juga mengatakan para mahasiswa dipukul dan diintimidasi. Bahkan ada oknum petugas Satpol PP yang mengeluarkan kata-kata kasar.

Baca Juga :   Kukuhkan Pokja Majelis Taklim Sulteng, Kakanwil Ulyas: Jangan Sampai Terlibat Politik Praktis

“Perda yang mana yang kami langgar,” kata Haris saat berorasi didepan kantor DPRD Kota Palu,

Dia mengatakan mahasiswa yang ditangkap tidak diberi kesempatan memberi keterangan. Haris menjelaskan saat mengintrogasi mahasiswa, Satpol PP dalam keadaan mabuk

“Ketika melakukan interogasi Tercium bau alkohol,” Ujarnya lebih lanjut.

Dalam tuntutannya, Gema Sulteng meminta dewan segera melakukan pemecatan Kepala Satpol PP Kota Palu. Puluhan mahasiswa juga meminta agar dalam perekrutan anggota Satpol PP kedepannya harus diperbaiki sistemnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Palu, Erfandy, saat menemui para pemdemo mengatakan bahwa jika terbukti adanya tindakan represif dari pertugas Satpol PP dapat berimplikasi pada hukum Pidana. Untuk itu, Reo-sapaan akrabnya berjanji akan bersama-sama mahasiswa melaporkan kepada pihak kepolisian.

Baca Juga :   BPBD Target Edukasi Kebencanaan di Semua TK di Palu

Politisi PKS, Muhammad Ali Lamu mengatakan dewan akan memanggil Kepala Satpol PP untuk mendengar keterangan tersebut. Selain itu, Ali Lamu juga sepakat dengan tuntutan mahasiswa agar perekrutan anggota Satpol PP diperbaiki. ROIN/WAN

 

Komentar

News Feed