oleh

Ekonomi RI Terendah Sejak 2009

-Ekonomi-114 views

SULTENG POST -Ekonomi Indonesia pada kuartal III-2014 hanya tumbuh 5,01%, yang merupakan pencapaian terendah sejak 2009. Bagaimana pandangan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)?

“Iya, itu memang diperkirakan. Bahwa pertumbuhan ekonomi kita akan menurun dari karena banyaknya faktor, baik internal dan eksternal,” kata JK di kantornya, Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Kumala Digifest

Pemerintah, lanjut JK, akan terus berupaya menggenjot pertumbuhan ekonomi agar bisa lebih baik lagi. “Tapi 5% itu berusaha naikkan itu. Tahun ini,” ujarnya.

JK berpendapat, perlambatan ekonomi ini tidak lepas dari kebijakan pemerintahan sebelumnya. Sebab, suatu kebijakan ekonomi biasanya baru berdampak pada 4-6 bulan berikutnya.

“Kalau tidak tercapai kan efek kebijakan tahun lalu. Suatu kebijakan ekonomi akan terasa 4-6 bulan yang akan datang. Jadi jika tidak ada pertumbuhan ekonomi, itu kuartal bulan Juli. Bukan pemerintahan baru,” tegasnya.

Baca Juga :   BEI Sebut Ada Perusahaan Lokal Siap ‘Melantai’ di Bursa Efek

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2014 yang hanya 5,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Ini merupakan yang terendah sejak 2009.

Pencapaian ini melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada kuartal II-2014, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,12%.

“Perekonomian global masih belum menggembirakan. Ada 2 negara yang mengalami perlambatan ekonomi yaitu Jepang dan Tiongkok. Dua negara ini adalah pangsa ekspor terbesar kita,” papar Suryamin, Kepala BPS.

Selain itu, tambah Suryamin, penurunan harga komoditas juga mempengaruhi perekonomian Indonesia. Harga komoditas andalan ekspor Indonesia seperti kakao atau minyak sawit mentah (CPO) masih dalam tren penurunan. DTC

Komentar

News Feed