oleh

PALU PELOPOR KESELAMATAN, Oktober, Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat

-Kota Palu-232 views

SULTENG POST- Selama Oktober 2014, kasus pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Palu mengalami peningkatan.

Berdasarkan data dari Satuan Lalu Lintas Polres Palu menyebutkan, angka pelanggaran lalu lintas menjelang akhir Oktober 2014 meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya, September 2014.

Pada September 2014, jumlah pelanggaran lalu lintas sebanyak 143 kasus, sementara memasuki 31 Oktober 2014 sudah mencapai 377 kasus.

Demikian disampaikan Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Kanit Turjawali) Satlantas Polres Palu, Ipda Heintje Senewe kepada Sulteng Post, Kamis (30/10/2014).

Dia mengatakan, berdasarkan data tersebut, masih banyak warga Kota Palu yang belum memahami dengan baik pentingnya menjaga keselamatan dalam berlalu lintas, khususnya dalam melengkapi kendaraan bermotor ketika berkendara di jalan raya.

Baca Juga :   Ramadan, Telkomsel Ajak #BukaPintuKebaikan

“Oleh karena itu, kami selalu rutin mengadakan operasi di beberapa titik di kota ini. Ini semua kami lakukan sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban dalam menggunakan lalu lintas,” kata perwira pertama berpangkat satu balak di pundaknya itu.

Selain itu kata dia, rata-rata pelanggaran lalu lintas yang terjadi disebabkan karena belum memiliki SIM, dan tanpa adanya kelengkapan kendaraan seperti tak mengenakan helm standar, spion dan plat nomor tak sesuai spesifikasi.

“Rata-rata jenis pelanggaran lalu lintas yang terjadi karena tidak ada SIM atau biasa lupa bawa, tetapi kalau yang pegawai negeri sipil dan karyawan swasta rata-rata karena ketidaklengkapan kendaraan. Sedangkan untuk pelajar rata-rata mereka tidak punya SIM,” ujarnya.

Baca Juga :   Pemkot Terima Penghargaan Perencanaan Kota Terbaik

Dia merinci, ditinjau dari segi profesi pada Oktober ini, sebanyak 18 kasus pelanggaran lalu lintas dilakukan oleh pegawai negeri, 220 kasus dilakukan oleh karyawan swasta, 34 kasus dilakukan oleh mahasiswa, 37 kasus dilakukan oleh pelajar dan delapan kasus dilakukan oleh pengemudi.

Selanjutnya, kasus pelanggaran lalu lintas selama Oktober 2014 ditinjau dari segi usia sebanyak 20 kasus pelanggaran lalu lintas dilakukan oleh usia 10-16 tahun, 217 kasus pelanggaran lalu lintas dilakukan oleh usia 16-30 tahun, 120 kasus pelanggaran lalu lintas dilakukan oleh usia 31-40 tahun dan 20 kasus dilakukan oleh usia 41-50 tahun.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada semua pengendara agar melengkapi kendaraan sebelum bepergian. Kami juga mengimbau kepada orang tua yang anaknya belum cukup umur agar kiranya tidak diberikan kendaraan terlebih dahulu dari segi usia belum layak karena sebagian besar kecelakaan lalu lintas dialami oleh anak yang dari segi usia belum cukup,” jelasnya. SADLI

Baca Juga :   BPOM di Palu Tidak Temukan Takjil Berbahan Kimia

Komentar

News Feed