oleh

Adu Jargon Calon Walikota

-Kota Palu-dibaca 955 kali

SULTENG POST – Saat ini, baliho-baliho calon Walikota Palu telah tersebar di sejumlah titik strategis. Masing-masing calon menonjolkan jargon-jargon yang menarik simpati masyarakat.

Tak hanya menggunakan media baliho, para calon Walikota Palu juga menggunakan jejaring sosial seperti facebook, twitter bahkan situs Youtube untuk mempublikasikan dirinya.

“Palu Baru bersama Dedi Irawan,” begitu video berdurasi 1 menit 19 detik yang menonjolkan figur calon Walikota Palu, Dedi Irawan.

Ratusan orang bahkan telah menyaksikan video yang ditayangkan di situs Youtube sejak sepekan lalu tersebut.

“DEDI IRAWAN harapan kami buat Kota Palu.. Keren Klipnya…salut buat KUMBAJA…,” tulis Zainuddin Dispora mengomentari ‘iklan walikota’ tersebut.

Selain Dedi Irawan, Adha Nadjemuddin juga memiliki jargon sendiri. Bahkan, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulteng itu menuliskan kata-kata indah dalam design baliho yang diuploadnya ke jejaring sosial twitter.

“Kadang kita terjebak pada popularitas dan modal uang semata dari calon pemimpin. Hingga kita abai dengan kekuatan gagasan. Kerja keras dan ketulusan,” tulis wartawan Kantor Berita Antara Sulteng yang juga ingin bertarung memperebutkan kursi Walikota Palu periode 2015 – 2020.

Baca Juga :   Dua Siswa MAN IC Palu Ikut Seleksi Beasiswa ‘Indonesi Maju’

Catatan wartawan, sejumlah jargon pemilu kini terlihat di sudut-sudut keramaian. Pimpinan Umum Harian Radar Sulteng, H Kamil Badrun misalnya. Sebuah baliho ukuran jumbo terpampang di Jalan Mohammad Yamin Kecamatan Palu Selatan. Palu Hebat. Demikian jargon calon Walikota Palu itu.

Lain lagi dengan Ketua PKB Kota Palu, Alimuddin Ali Bau. Anggota DPRD Kota Palu terpilih ini mengandalkan jargon Palu Lahir Batin. Anwar Mohammad Saing, Bendahara Partai Gerindra Sulteng mengusung jargon Palu Berkah. Abdul Rahman Taha mengusung jargon Anak Guru Mengaji dan Mulhanan Tombolotutu mengusung jargon Sang Penerus.

Berdasarkan perolehan kursi partai politik di DPRD Kota Palu dan survey yang beredar di masyarakat, calon Walikota Palu diprediksi berjumlah tujuh pasang. Jumlah ini akan bertambah jika judicial review atas UU No. 5 tahun 2013 tentang aparatur sipil negara oleh Hidayat Lamakarate dimenangkan.

Baca Juga :   Perdagangan Batu dan Pasir Antara Sulteng-Kaltim Melalui Satu Pintu

“Berdasarkan analisis perolehan kursi di DPRD Kota Palu dan survey yang berkembang di masyarakat, saya prediksi akan ada tujuh pasangan calon walikota yang akan bertarung di pemilukada Kota Palu tahun 2015. Ada lima pasangan dari jalur partai politik dan dua pasangan dari jalur independen,” kata Anggota DPRD Kota Palu Harjun Arubamba belum lama ini.

Harjun menambahkan, partai politik dapat mengusung kandidat pasangan walikota dengan prolehan minimal enam kursi. Dari 35 Anggota DPRD Kota Palu pada periode 2014-2019, maka jalur partai politik dapat mengusung sebanyak lima pasangan calon. Berdasarkan perolehan partai politik pada pemilihan 9 April lalu, Partai Golkar dan Gerindra sebanyak 6 kursi, Partai Hanura dan PAN sebanyak 4 kursi, Partai Demokrat, PKS, PDIP serta PKB memperoleh sebanyak 3 kursi, Nasdem 2 kursi dan PPP 1 kursi.

Baca Juga :   HUT ke-47 Gegana, Brimob Polda Sulteng Gelar Pensucian Tunggul

“Prediksi saya, tujuh pasangan calon yang akan maju yakni pasangan Hidayat M.Si – Thamrin S Samauna (Hitam), Hadiyanto Rasyid – Zainuddin Tambuala (Hazat), Habsayanti Ponulele – Sigit Purnomo Said, Andi Mulhanan Tombolotutu – Aminuddin Atjo (Macho), Kamil Badrun – Yanes Matindas Rumambi, Bustamin Nontji- Abdul Rahman Kasim, dan Abdul Rahman Thaha – Kaharuddin Katjo,” tuturnya.

Selain itu, Harjun mengatakan, jumlah kepesertaan calon Walikota Palu bisa bertambah jika pengajuan. Dia juga belum bisa memprediksi pergerakan dari Arus Abdul Karim, Adha Nadjemuddin dan Dedi Irawan.

Kira-kira jargon mana yang menjadi pemenang pemilu? Menarik kita tunggu. AGUS/WAN

Komentar

News Feed