oleh

Penyuap Mantan Bupati Buol Bebas

-Kab. Buol-dibaca 437 kali

SULTENG POST – Pengusaha Hartati Murdaya yang selama ini ditahan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, ternyata telah bebas. Meski begitu, terpidana kasus penyuapan mantan Bupati Buol berstatus bebas bersyarat.

“Iya sudah bebas, kebebasan bersyarat. Pembebasan besyarat bulan Juli tahun ini, tanggalnya saya lupa,” ujar Karutan Pondok Bambu Sri Susilarti kepada detikcom, Jumat (29/8).
Menurut Sri, sosialita ini mulai ditahan di Rutan Pondok Bambu pada 12 September 2012 dan divonis 2 tahun 8 bulan pada 24 April 2013. Hartati juga diwajibkan membayar denda Rp 150 juta.
“Denda Rp 150 juta sudah dibayar,” jelas Sri.
Hartati selaku bos PT Hardaya Inti Plantantion terbukti memberi suap Rp 3 miliar kepada mantan Bupati Buol, Amran Batulipu, terkait pengurusan surat hak guna usaha dan izin usaha perkebunan kelapa sawit. Pemberian uang tersebut lewat perantara anak buah Hartati yang sempat menjadi politisi Demokrat itu.
Pemberian uang Rp 3 miliar tersebut berkaitan dengan pengurusan sejumlah surat yang harus ditandatangani mantan Bupati Buol. Adapun surat-surat itu adalah surat rekomendasi untuk memperoleh izin usaha perkebunan dan hak guna usaha seluas 4.500 hektare atas nama PT Cipta Cakra Murdaya (CCM), kedua surat dari mantan Bupati Buol kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional perihal permohonan kebijakan hak guna usaha atas nama PT CCM/HIP dan ketiga, dan yang ketiga adalah surat rekomendasi tim lahan atas permohonan izin lokasi PT Sebuku Inti Plantations (SIP). DTC

Komentar

News Feed