oleh

UMI ISNA WANGSIH R TIANGSO SE, Membangun Parmout Melalui Lembaga DPRD

SULTENG POST – Umi Isna Wangsih R. Tiangso, SE merupakan satu dari sekian banyak perempuan di Kabupaten Parmout yang berbekal niat dan tekad untuk membangun Parmout menjadi Kabupaten terdepan di Provinsi Sulteng. Niat dan tekad itu diwujudkan dengan mencalonkan diri pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 silam.

Bahkan, niat tulus dan keikhlasannya untuk membawa aspirasi masyarakat serta melakukan perubahan melalui lembaga tersebut ternyata mendapat dukungan dari banyak pihak, khususnya Partai Gerindra. Dia pun berhasil meraih kesempatan untuk menjabat sebagai anggota Legislatif periode 2014 – 2019.

Selain itu, dukungan terbesar juga datang dari sang suami, Irfan Nur Lamalindu, ST yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Parmout serta ketiga anaknya, Muh. Defan Filardi, Dinda Suci Annisa dan Dilla Nur Auliah.

“Dukungan dari keluarga selama ini cukup besar. Hal itu yang memotivasi saya untuk meraih cita-cita saya membangun Kabupaten Parmout melalui lembaga DPRD Parmout,” ungkap Umi Isna Wangsih R. Tiangso, SE Anggota DPRD terpilih dari Partai Gerindra, belum lama ini.

Keinginannya untuk menjadi anggota DPRD, berawal dari keterlibatannya pada partai sebelumnya yakni PBB di Kota Palu. Setelah menjadi kader partai, dia sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Palu. Namun, niat tersebut tidak tercapai karena memiliki perolehan suara yang kecil.

Baca Juga :   Kadin Sulteng Akan Bantu Pembiayaan Budidaya Kelor di Lobu Mandiri

Ketika memilih hijrah ke Kabupaten Parmout, niat untuk menjadi anggota DPRD kembali ingin direalisasikannya setelah dilantik pada tahun 2010 silam, sebagai ketua pemberdayaan perempuan di DPC Partai Gerindra Kabupaten Parmout.

“Makanya kemarin saya sangat menyayangkan adanya isu yang beredar dimana-mana, tentang saya. Tetapi, saya tetap meneruskan rencana saya untuk mencalonkan diri pada Pileg kemarin,” kata dia.

Meskipun telah melakukan sosialisasi sejak enam bulan sebelum pelaksanaan Pileg, dirinya mengaku tidak begitu optimis dapat meraih suara terbanyak di Dapil II, karena kandidat yang diusung dari berbagai partai lainnya merupakan figure terbaik di Kabupaten Parmout.

Hanya saja kata dia, kemungkinan karena niat dan cita-citanya membuat berbagai upaya yang dilakukannya bersama tim pemenangnya membuahkan hasil. Bahkan keluar sebagai peraih suara terbanyak di dapil dua dengan perolehan 2.107 suara.

“Mungkin karena niat ikhlas, Tuhan kasih kesempatan kepada saya untuk membawa aspirasi masyarakat,” kata dia.

Baca Juga :   PPTR Desak Percepatan DOB Tomini Raya, Syarif A. Harun: Semua Pihak Bangun Sinergitas Percepatan Pemekaran

Dia mengatakan, keberadaan perempuan memang selama ini masih dipandang sebelah mata dalam dunia politik. Namun, dirinya optimis dengan kinerja yang baik dan bertanggungjawab dengan amanat yang diembankan oleh masyarakat, segala tugas dapat dijalankan.

Contoh kecil, dirinya akan coba merubah kebiasaan sejumlah anggota DPRD yang hanya datang, duduk dan diam. Dengan mengajak anggota DPRD lainnya, khususnya perempuan bekerja untuk merealisasikan aspirasi masyarakat dan janji yang pernah disampaikan saat mencalonkan diri sebagai caleg.

“Saat bersosialisasi pada masyarakat semua caleg pernah mengutarakan janji mereka dan itu pasti. Makanya setelah pelantikan nantinya, Insya Allah saya akan mengajak anggota lainnya untuk bagaimana merealisasikan janji saat kampanye dulu,” ujar Umi.

Dia menuturkan, saat menjadi salah satu caleg, visi dan misi yang diusungnya yakni, mewujudkan peningkatan infrastruktur sebagai roda ekonomi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Sebab, masih banyak infrastruktur yang harus dibangun dan dibenahi di daerah tersebut.

Misalnya kata dia, dirinya akan berupaya memprioritaskan berbagai kelengkapan fasilitas kesehatan. Karena, banyak fakta yang ditemukannya pada saat sosialisasi di tengah-tengah masyarakat, yang ternyata masih banyak ditemukan masalah akibat keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan.

Baca Juga :   PPTR Desak Percepatan DOB Tomini Raya, Syarif A. Harun: Semua Pihak Bangun Sinergitas Percepatan Pemekaran

“Angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Parmout ini masih sangat tinggi. Salah satu faktor penyebabnya bisa karena keterbatasan fasilitas dan bisa juga karena tenaga medis. Saya akan mencoba memprioritaskan itu nantinya, sesuai dengan kemampuan daerah,” terangnya.

Selain itu lanjut dia, pemerataan fasilitas pendidikan yang berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan dirinya memang masih membutuhkan perhatian serius. Sebab, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan juga berperan andil didalamnya.

Sementara untuk sektor pertanian, perikanan dan kelautan yang menjadi mata pencarian sebagian besar masyarakat di Kabupaten Parmout, berbagai sarana dan prasaranannya juga akan lebih ditingkatkan agar berdampak pada peningkatan ekonomi.

Untuk itu dirinya juga meminta dukungan masyarakat Kabupaten Parmout, untuk bersama membangun daerah. Serta meminta anggota DPRD lainnya nanti dapat bekerjasama, dan bersinergi dengan Pemkab dalam mengoptimalkan roda pemerintahan.

“Banyak potensi yang dapat digali di Kabupaten Parmout ini, mulai dari SDA hingga SDM-nya. Sehingga, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat bersinergi dengan pihak eksekutif dan legislative,” tuturnya. OPPIE

Komentar

News Feed