oleh

Tingkatkan Mutu Layanan,BPJS Kesehatan Monitoring dan Evaluasi FKTP se-Kota Palu

-Ekonomi-dibaca 372 kali

SULTENG RAYA – Dalam rangka peningkatan mutu layanan dan pemanfaatan digitalisasi layanan khususnya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dibutuhkan komitmen FKTP bersama BPJS Kesehatan dalam mewujudkannya.

Hal itu disampaikan oleh pps. Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Palu, Tjiang Tika Marening dalam pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Kepatuhan FKTP terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) di wilayah Kota Palu, yang berlangsung di ruang pertemuan BPJS Kesehatan Cabang Palu, Rabu (5/10/2022).

Tika mengatakan, perlunya dilakukan peningkatan engagement fasilitas kesehatan (Faskes) dalam melaksanakan kewajiban FKTP sebagaimana yang tertuang dalam PKS atau kontrak melalui review indikator kepatuhan FKTP.

“Salah satu review indikator kepatuhan FKTP terhadap kontrak yaitu pemanfaatan sistem antrean online BPJS Kesehatan ≥ 25 persen dari total kunjungan langsung di FKTP. Setelah dilakukan monitoring ternyata masih ada beberapa Faskes yang belum mencapai target sehingga perlu dilakukan evaluasi bersama,” kata Tika.

Baca Juga :   Adventure Bersama WR 155 R, bLU cRU Community Fun Riding Experience di Lampung

Tika menjelaskan, sistem antrean online merupakan salah satu layanan digital yang dapat memudahkan peserta di FKTP. Dia berharap, sistem ini dapat berjalan dengan optimal demi meningkatkan kualitas mutu layanan di FKTP. Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah indikator kepatuhan terhadap kotrak dapat tercapai, data pendaftaran antrean terkoneksi dengan P-Care, perekaman data realtime dan dokter (poli) dapat langsung melakukan pemanggilan antrean.

“Optimalnya implementasi antrean online tentunya dapat berimbas terhadap kepuasan peserta karena dapat memudahkan peserta dalam mendapatkan kepastian waktu layanan di FKTP dan memitigasi penumpukan peserta yang berakibat pada risiko kesehatan yang lebih parah. Peserta juga dapat memilih dokter yang memberikan pelayanan. Pencapaian hal tersebut tentunya membutuhkan peran aktif dari FKTP,” jelas Tika.

Baca Juga :   Wuling Air EV: Gesit Dalam Kota, Tangguh Jajal Puncak Salena-Doda

Pada kesempatan yang sama, Hardiyanti (28) selaku perwakilan dari Puskesmas Mamboro menyampaikan, antrean online ini belum berjalan optimal di Puskesmas tempatnya bekerja, karena kendala sarana prasarana yang belum memadai dan juga masih kurangnya SDM. Padahal menurutnya, antrean online banyak memberikan kemudahan, salah satu yang terlihat jelas yaitu tidak terjadi penumpukan pasien di Puskesmas.

“Jadi, pasien bisa datang saat nomor antreannya sudah dekat. Kami akan terus berupaya membenahi kekurangan-kekurangan tersebut sehingga dapat lebih maksimalkan implementasi antrean online ini,” jelasnya. TM/NH

Komentar

News Feed