oleh

Hindari Penyalahgunaan Data BSU, BPJamsostek Imbau Pekerja Gunakan Kanal Resmi

-Kesehatan-dibaca 44 kali

SULTENG RAYA – Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2022 kembali disalurkan Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

Dalam penyalurannya, BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) kembali dipercaya sebagai partner dalam menyediakan data pekerja sebagai dasar penentuan calon penerima BSU.

Deputi Direktur (Depdir) Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJamsostek, Oni Marbun, mengimbau calon penerima agar berhati-hati memberikan data pribadi kepada siapapun. Ia mengingatkan, agar pekerja tidak terkecoh dengan maraknya permintaan data pribadi oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Terhadap berita yang beredar di media online dan media sosial yang berupa permintaan pengisian data penerima BSU dengan mengatasnamakan BPJamsostek atau Kemnaker adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar atau hoaks. Masyarakat pekerja harap bijak dalam memberikan data yang sifatnya pribadi,” jelas Depdir Oni melalui keterangan tertulisnya, Kamis (22/9/2022).

Menurut data BPJamsostek, sampai saat ini sudah sebanyak 7,5 juta data calon penerima BSU yang diserahkan kepada Kemnaker.

Jumlah tersebut terbagi dalam dua tahap, yaitu 5.099.915 diserahkan pada tahap pertama dan kemudian tahap kedua sejumlah 2.406.915.

“Setiap data yang diserahkan kepada Kemnaker akan kembali dilakukan check and skrining ulang serta pemadanan data terhadap bantuan pemerintah yang lain seperti bantuan Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Oni memastikan, data yang diserahkan BPJamsostek kepada Kemnaker, merupakan data pekerja sudah dilaporkan melalui kanal resmi BPJamsostek, kemudian telah dilakukan verifikasi oleh BPJamsostek untuk memastikan validitas data tersebut.

“Untuk mempercepat proses dan ketepatan penyaluran BSU kepada semua pekerja Indonesia, kami membuka kanal pengumpulan data yang hanya dapat dilakukan oleh Pemberi Kerja/ HRD/ Personalia Perusahaan, yaitu melalui aplikasi resmi Sistem Informasi Pelaporan Perusahaan atau biasa disebut SIPP,” tambahnya.

Demi menghindari informasi tidak benar dan menyesatkan, bagi pekerja yang ingin mengetahui apakah layak sebagai calon penerima BSU atau tidak, dapat mengakses kanal resmi melalui bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Ia mengatakan, BSU merupakan salah satu bentuk reward dari Pemerintah kepada perusahaan yang peduli dan tertib mendaftarkan pekerjanya ke dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek).

“BSU ini manfaat lain yang dapat diterima di luar program yang kami selenggarakan. Untuk itu kami mengimbau kepada perusahaan/pemberi kerja untuk selalu memastikan semua pekerjanya telah terdaftar, melaporkan gaji/upah dengan benar. Terakhir tidak menunggak pembayaran iuran program BPJamsostek,” pungkas Oni.

Terpisah, Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Sulawesi Tengah, Lubis Latif, ikut mengimbau kepada masyarakat penerima BSU di Sulteng agar tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak manapun sebagai syarat penerima BSU dari Pemerintah.

“Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya pekerja yang ingin mengetahui apakah dirinya layak sebagai calon penerima BSU atau tidak, dapat mengakses kanal resmi melalui link bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id atau datang langsung ke kantor cabang terdekat di wilayahnya,“ imbau Lubis.*/HGA

Komentar

News Feed