oleh

REI Sulteng Minta PLN Percepat Konstruksi Jaringan Listrik Perumahan Pengembang

-Ekonomi-dibaca 57 kali

SULTENG RAYA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Tengah meminta kepada PT PLN (Persero) Cabang Palu agar mempercepat pengerjaan jaringan kelistrikan Tegangan Menengah (TM) dan Tegangan Rendah (TR) di pelbagai lokasi pembangunan perumahan pengembang (member REI, red) di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Ketua DPD REI Sulteng, Muhammad Rizal, mengatakan, pihaknya bersama seratusan pengembang member REI telah melakukan sharing biaya selisih investasi untuk pengerjaan itu.

Namun, ada Standar Operasional Prosedural (SOP) dari PLN yang memungkinkan pengerjaan dalam 90-100 hari. Namun itu dinilai terlalu lama bagi pengembang. Sementara mereka harus melakukan perputaran usahanya.

Atas hal tersebut, saat ini pengembang menjadi kesulitan melakukan akad pembelian ke masyarakat, terkendala pembangunan konstruksi kelistrikan.

Baca Juga :   Sambut Positif Inpres 7/2022, BRI Finance Pacu Pembiayaan Kendaraan Listrik

Belum lagi persyaratan perbankan yang mewajibkan infrastruktur kelistrikan itu sudah tersedia sebelum melakukan pembelian perumahan.

“Kami minta ini dipercepat. Tolong bantu kita,” kata Muhammad Rizal kepada Sulteng Raya, Senin (19/9/2022).

Ia mengaku, saat ini pengembang sudah melakukan pengerjaan perumahan cukup banyak, yang membuat biaya produksi membengkak dan harus dilakukan penjualan ke konsumen untuk perputaran usaha.

“Mereka harus berhitung perputaran biayanya tahun ini. Otomatis akan berpengaruh ke tahun depan,” ungkapnya.

Menurut Ketua REI, komunikasi yang dibangun dengan PLN selama ini cukup baik, hal itu harus dilanjutkan dengan tindakan eksekusi di lapangan.

“Sharing sudah satu bulanan dibayarkan. Kalau itu belum terealisasi, maka akan terhambat penjualan. Cash flow member terkendala. Perputaran perekonomian juga tidak jalan,” katanya.

Baca Juga :   Telkomsel T-Connext, Koneksi Startup dan Pegiat Ekosistem Digital

Dikonfirmasi, Manager PLN UP3 Palu, Agus Tasya menjelaskan, pada dasarnya layanan listrik untuk para pengembang perumahan harus sesuai dengan mekanisme yang ada. Diantaranya, pihaknya melakukan survei dan membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kemudian, kami akan membuat surat jawaban terkait itu. Selanjutnya, pihak perumahan bayar ke PLN dan melengkapi syarat lainnya. Lalu kita akan melakukan pemasangan jaringan listrik sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” kata Agus dihubungi melalui gawai.

Ditanya soal berapa lama realisasi pemasangan listrik, Agus mengaku, penambahan pelanggan baru maupun perluasan gardu hingga jaringan sesuai standar yang telah ditetapkan PLN yaitu paling lama bisa memakan waktu sekitar 100 hari.

“Itu target pemasangan jaringan listrik dari PLN. Sedangkan untuk mempercepat itu tergantung kondisinya, misalkan dalam satu minggu bisa langsung selesai dikerjakan,” ungkap Agus. RHT

Baca Juga :   OJK Sulteng Edukasi Keuangan Anggota Bhayangkari

Komentar

News Feed