oleh

Bank Sulteng Cabang Jakarta Kelola Dana Rp3,8 Triliun

SULTENG RAYA – Bank Sulteng Cabang Jakarta mulai beroperasi sejak tahun 2015 dengan status sebagai kantor fungsional non-operasional hingga Maret 2022. Namun, sejak Agustus 2022, Bank Sulteng mendapat ijin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk operasional perbankan.

Hal itu disampaikan Kepala Cabang Bank Sulteng Jakarta, A Hadi saat menerima kunjungan Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulteng, H Moh Nur Dg Rahmatu, di kantornya pada Jumat (16/9/2022) pekan lalu.

Hadi menjelaskan, kantor perbankan yang dipimpinnya saat ini melakukan penghimpunan dana nasabah dalam bentuk deposito, giro dan tabungan.

“Alhamdulillah sejak Bank Sulteng hadir di Jakarta pada posisi per-31 Desember 2021 kita sudah mengelola dana sekitar Rp3,8 triliun. Pastinya pada tahun 2022 ini jumlah tersebut akan meningkat,” sebut Hadi.

Hadi mengatakan, mayoritas dana yang dikelola oleh Bank Sulteng Cabang Jakarta bersumber dari nasabah corporate yakni dari perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Sulawesi Tengah salah satunya PT IMIP maupun perusahaan besar lainnya yang beroperasi di Jakarta termasuk lembaga seperti Taspen dan BPJS juga menyimpan dananya di Bank Sulteng Cabang Jakarta .

Baca Juga :   Sambut HPS dan HARKANNAS, Pemda Parmout Gelar Pelatihan Pembuatan Gula Cair Sagu

“Kita lebih banyak menghimpun dana dari nasabah corporate karena sebelumnya Bank Sulteng Cabang Jakarta masih berstatus non-operasional. Namun, setelah berstatus sebagai bank operasional kita bisa memberikan fasilitas untuk tabungan, giro dan lain-lain yang sudah menyentuh masyarakat khususnya masyarakat Sulawesi Tengah yang berdomisili di Jakarta dan para pedagang di sekitar Tanah Abang dan Thamrin City,” jelasnya.

Hadi juga menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan launching untuk memperkenalkan kehadiran Bank Sulteng di Jakarta yang berkantor di kompleks perkantoran daerah bisnis Thamrin City.

Selain itu kata Hadi, Bank Sulteng yang berlantai III masih berstatus sewa selama lima tahun dengan jumlah pegawai sebanyak 12 orang yang mayoritas adalah putera-puteri asal Sulawesi Tengah yang berdomisili di Jakarta.

Baca Juga :   BPS Parmout Gelar Rakor Pendataan Awal Regsosek

Sementara, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulawesi Tengah, Moh Nur Dg Rahmatu sangat mengapresiasi kinerja Bank Sulteng Cabang Jakarta yang mampu menghimpun dana nasabah dalam jumlah besar. Menurutnya, Bank Sulteng Cabang Jakarta merupakan kantor cabang Bank Sulteng yang paling besar mengelola dana nasabah dibanding kantor cabang lainnya.

“Sebagai pimpinan Komisi II DPRD Sulawesi Tengah yang bermitra dengan Bank Sulteng saya sangat mengapresiasi kinerja Bank Sulteng kantor cabang Jakarta yang mampu mengelola dana nasabah yang besar yang hampir sama besarnya dengan dana APBD Sulawesi Tengah,” ujar Nur.

Nur juga mengapresiasi, karena Bank Sulteng Cabang Jakarta memiliki kantor yang refresentatif dengan berbagai fasilitas pendukung yang letaknya strategis berada di salah satu pusat bisnis di Jakarta.

Baca Juga :   Hidayat Lamakarate Kukuhkan Ketua PMI Parmout

“Saya semakin yakin bahwa bank Sulteng dari waktu ke waktu akan semakin maju dan berkembang sehingga bisa memenuhi ketentuan POJK yang mewajibkan setiap bank pemerintah mulai tahun 2022 hingga 2024 bisa mencapai aset minimal Rp3 triliun,” jelas Nur.

Nur juga mengaku, akan menyampaikan hasil kunjungannya ke Bank Sulteng Cabang Jakarta tersebut pada rapat internal di DPRD Sulawesi Tengah khususnya di komisi II dalam upaya mengembangkan Bank Sulteng agar lebih maju kedepan, sehingga mampu bersaing dengan bank pemerintah lainnya. AJI

Komentar

News Feed