oleh

Lokakarya, DP2KB Dorong Kecamatan Aktif Cegah Stunting

-Kota Palu-dibaca 60 kali

SULTENG RAYA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Palu mendorong pihak kecamatan agar aktif pencegahan dan penanggulangan stunting.

Demi mengoptimalkan upaya tersebut, DP2KB KOta Palu telah melaksanakan lokakarya mini terbatas di delapan kecamatan, membahas tentang sikronisasi atau penyelarasan sistem pencegahan dan penanggulangan stunting di level kecamatan.

Kepala DP2KB Kota Palu, Royke Abraham, mengatakan, pihaknya telah kegiatan lokakarya tersebut sudah kelar dilaksanakan. Lokakarya terakhir dilaksanakan di Kecamatan Palu Barat pada Kamis (11/8/2022).

“Pelaksanaan di Kecamatan Palu Barat merupakan yang terakhir dari tujuh kecamatan yang sudah berjalan sebelumnnya,” kata Royke kepada Sulteng Raya, Jumat (12/8/2022).

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membangun sinergitas atau kerjasama antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting di Kota Palu.

Baca Juga :   WTP Lima Tahun Berturut-Turut, Gubernur Sulteng Terima Penghargaan Menkeu Sri Mulyani

“Yah, tujuan dari kegiatan tersebut yakni membangun sinergitas antara OPD terkait di tingkat Kecamatan untuk mensinkronkan pencegahan dan penanggulangan stunting,” ucapnya.

Ia mengatakan, ada lima poin pembahasan. Pertama, rencana kecamatan dalam mengadakan rembuk stunting di tingkat kecamatan.

Kedua, validasi tentang jumlah keluarga berisiko stunting untuk wilayah kecamatan. Ketiga, diskusi penganggaran di kecamatan dan kelurahan yang dapat dipergunakan untuk penurunan stunting,” ucapnya.

Keempat, kiat sinergitas dan konvergensi OPD terkait stunting, baik dari aspek sensitif maupun spesifik. Terakhir, diskusi tim pendamping keluarga (TPK) sebagai ujung tombak yang mengawal dilapangan agar balita stunting tidak terjadi lagi.

Ia berharap, dengan adanya lokakarya tersebut dapat meminimalisasi permasalahan data yang kerap terjadi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas P2KB. Selain itu, pergerakan TPK dapat tersosialisasikan dengan baik dan mendapat dukungan semua pihak kecamatan.

Baca Juga :   KAHMIPeduli di Munas Bakal Tanam 1.000 Pohon Alpukat

“Harapannya konvergensi atau pendekatan penyampaian dalam penanganan stunting di Kecamatan dapat terjadi dengan baik serta permasalahan data yang sering terjadi antara Dinas Kesehatan dan Dinas P2KB Kota Palu dapat diminimalisir,”  katanya.CR1

Komentar

News Feed