oleh

Jawab Keluhan Masyarakat, Fasum-Fasos Perumahan Komersial Kini Langsung Diserahkan ke Pemkot

-Kota Palu-dibaca 71 kali

SULTENG RAYA – Perbaikan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di perumahan komersial menjadi salah satu masalah banyak dikeluhkan masyarakat hingga saat ini.

Bagaimana tidak? Tidak sedikit masyarakat yang tinggal di perumahan sudah lama, namun fasum dan fasosnya tidak kunjung diperbaiki. Bahkan, tidak jarang perumahan tidak dilengkapi dengan pembangunan fasum dan fasos, meski seluruh unit rumah telah selesai dibangun dan dijual.

Akibatnya, masyarakat yang tinggal di perumahan komersial menyalahkan Pemerintah setempat hingga menuding pilih kasih dalam memperbaiki fasum dan fasos di daerah tersebut. Padahal, selama developer alias pengembang perumahan komersial belum serah terima dengan Pemerintah, maka pembangunan fasum dan fasos menjadi kewajiban pengembang, termasuk perawatannya jika rusak. Artinya, Pemerintah belum bisa mengintervensi pembangunan terhadap fasum dan fasos jika belum diserahterimakan oleh pengembang.

Baca Juga :   Dispusarda Sulteng Gelar Workshop Menulis Buku Bagi ASN

Keluhan-keluhan serupa juga banyak diterima organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palu. Salah satunya, Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP) Kota Palu.

Menanggapi keluhan masyarakat yang tinggal di perumahan komersial tersebut, Pemkot Palu telah membangun koordinasi dengan organisasi pengembang di daerah itu serta Badan Pertanahan Kota Palu.

Hasilnya, pengembang perumahan diharuskan menyerahkan langsung fasos dan fasum kepada Pemkot Palu. Dengan begitu, seluruh perawatan dan perbaikan fasum dan fasos sudah dapat diperbaiki menggunakan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD).

 “Ya, memang kita banyak mendapatkan keluhana soal fasos dan fasum di perumahan yang tidak kunjung diperbaiki. Menyikapi keluhan itu, kita sudah melakukan pertemuan dengan organisasi pengembang dan juga Badan Pertanahan Kota Palu. Sehingga, untuk pengembang ke depannya, saat ingin membangun perumahan, langsung menyerahkan fasum dan fasos, sehingga kita (Pemkot Palu) bisa mengintervensi menggunakan APBD,” jelas Kepala DPRP Kota Palu, Mohammad Rizal kepada Sulteng Raya, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga :   Pengumunan! Ada Pasar Murah di Festival Tangga Banggo

Selain itu, ia juga mendorong pengembang agar tidak mengulur-ulur waktu penyerahan fasum dan fasos kepada Pemkot Palu, sehingga dapat diintervensi Pemkot Palu.

“Jadi, pengembang yang terlanjur melakukan pembangunan, namun belum juga menyerahkan fasum dan fasosnya ke Pemkot Palu, terus kita dorong,” ucapnya. HGA

Komentar

News Feed