oleh

Beradaptasi Dengan Teknologi Informasi, LPM UIN Palu Latih Sekretaris Prodi dan Operator Gunakan SiAkadCloud

-Pendidikan-dibaca 75 kali

SULTENG RAYA- Sebagai salah satu perguruan tinggi, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu terus melakukan upaya pembenahan internal menyesuaikan dengan tuntutan zaman, salah satunya dengan adaptasi dengan teknologi informasi.

Untuk itu, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Datokarama Palu telah melakukan pelatihan penggunaan SiAkadCloud kepada 33 orang terdiri dari Sekretaris Prodi dan Operator fakultas dan prodi yang ada di UIN Datokarama Palu, selama dua hari, Sabtu-Ahad (6-7 Agustus 2022) di Ruang Senat UIN Datokarama Palu dengan menghadirkan pemateri dari PT Sevima.

Menurut Ketua LPM UIN Datokarama Palu, Dr. Hamka, S.Ag., M. Pd.i hal itu dilakukan sebagaimana amanah dari Rektor UIN Datokarama Palu, agar UIN Datokarama Palu harus bisa beradaptasi dengan perkembangan dunia teknologi informasi, jika tidak maka akan tertinggal. 

Atas dasar itulah katanya, maka seluruh aktifitas kampus harus berbasis teknologi informasi, mulai dari penyelenggaraan akademik, pembelajaran, sampai pada absesi mahasiswa, absensi dosen, jurnal perkuliahan dan seterusnya didorong berbasis teknologi informasi.

Baca Juga :   Rektor Unismuh Palu Izinkan LPPM Produksi JAHEMU

Sebagaimana diketahui, jika SiAkadCloud ini sangat membantu perguruan tinggi untuk mengelola administrasi akademik mulai dari perkuliahan, hingga tracer study.

Begitu juga saat menjelang akreditasi, biasanya perguruan tinggi akan disibukkan mempersiapkan data penunjang yang dibutuhkan. Dengan siAkadCloud, data tidak hanya rapi namun juga terintegrasi dengan sistem AkreditasiCloud yang membuat proses akreditasi jauh lebih mudah dengan pengisian borang BAN-PT dan ekspor SAPTO, serta dapat membantu dalam proses Simulasi Akreditasi Internal atau SPMI.

Tidak hanya itu, juga tersedia dashboard informatif dan rekap laporan bagi pimpinan untuk dapat mendukung proses pengambilan keputusan bersumber dari data yang akurat. Di tengah kesibukan dan jadwal yang padat, pimpinan kini dapat memantau perkembangan proses belajar mengajar serta operasional akademik di manapun dan kapanpun.

Baca Juga :   Teknologi Pendidikan Harus Mengedepankan Kebutuhan Guru dan Siswa

Sebenarnya kata Dr. Hamka, kampus ini sebelumnya sudah menggunakan SIAKAD, tetapi SIAKAD masih terbatas pada pengaturan KRS, KHS, penjadwalan, namun pada proses absensi perkuliahan, dosen, jurnal perkuliahan, RPS, itu masih dilakukan secara manual. “Nah sekarang ini bahkan RPSpun sudah harus dilakukan secara digital atau online, jadi ini jauh lebih lengkap fitur-fiturnya,”jelas Dr. Hamka.

Sehingga kedepan katanya, tidak ada lagi absen-absen manual di kelas, mahasiswa nantinya absen sudah menggunakan barkot atau dosen yang mengabsenkan mahasiswanya. Penggunaan digital kata Dr. Hamka tidak hanya untuk kondisi seperti pandemi Covid, melainkan ini bisa diadabtasi dalam kondisi normal seperti sekarang ini, sehingga memungkinkan perkuliahan sistem Blended.

Kedepan katanya, jika ini sudah berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan, kemungkinan LPM juga akan mengarahkan lagi ke kantor, yakni pelayanan administrasi. Seperti urusan persuratan yang selama ini hanya menggunakan manual, sehingga kedepan bisa menggunakan sistem digital, hal itu bisa mengurangi limbah kertas.

Baca Juga :   Pelaksanaan ANBK di SMPN 6 Palu Berlangsung Empat Hari

Dr. Hamka menambahkan, UIN Datokarama Palu berbeda dengan Perguruan Tinggi pada umumnya, dimana Perguruan Tinggi Umum kini telah diwajibkan  menggunakan Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (Sister). Untuk Perguruan Tinggi Islam Negeri hingga saat ini belum ada instruksi atau payung hukum dari Kementerian Agama untuk menggunakan Sister.

“Kalau sudah menggunakan Sister tentu lebih muda lagi, karena sistem BKD kita sudah menempel di Sister. Namun untuk UIN Datokarama Palu sekalipun belum ada instruksi untuk menggunakan Sister, tapi sudah memiliki asesos Sister, kurang lebih 50 orang yang sudah mengikuti seleksi nasional dan sudah bersertifikat, artinya SDMnya sudah siap tinggal menunggu instruksi itu,”ujar Dr. Hamka. ENG     

Komentar

News Feed