oleh

Pemkab Pasangkayu Bangun Kemitraan dengan STMIK Bina Mulia dan APTIKOM

-Pendidikan-dibaca 165 kali

SULTENG RAYA- Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, membangun kemitraan dengan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Bina Mulya Palu dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM).

Kemitraan tersebut diwujudkan dalam bentuk penandatanganan MoU dengan STMIK Bina Mulya Palu dan PKS dengan APTIKOM di Kampus STMIK Bina Mulya Palu, Jumat (5/8/2022).

Bupati Pasangkayu H. Yaumil Ambo Djiwa, SH mengatakan bahwa keberadaan perguruan tinggi memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan di suatu daerah, termasuk di Kabupaten Pasangkayu, dalam hal ini STMIK Bina Mulya Palu, sangat diharapkan perannya dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komputer.

Karena saat ini pemerintah daerah diperhadapkan pada kewajiban mengimplementasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elekrtonik (SPBE) atau yang dikenal dengan istilah E-Government.

Selain itu, juga berharap fokus pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi dari STMIK Bina Mulya Palu di Pasangkayu, dapat mendukung pelaksanaan visi-misi Pemerintah Kabupaten Pasangkayu 2021-2026, yaitu “Pasangkayu Yang Lebih Smart” yang mengandung makna lebih sejahtera, maju dan bermartabat yang berlandaskan keberagaman, yang dikenal dengan “Pasangkayu Smart”.

Baca Juga :   12 Mahasiswa Ilkom Untad Lolos Program Magang MBKM

“Kita ketahui bersama, bahwa Sumber Daya Alam Kabupaten Pasangkayu begitu luas dan potensial, khusunya di bidang perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, akan tetapi belum didukung oleh sumber daya manusia yang memadai pada semua sektor, oleh karena itu kami berharap dapat meningkatkan kemitraan dengan perguruan tinggi dalam pemenuhan kebutuhan SDM sesuai bidang keahlian masing-masing, khusunyaa dalam implementasi sistem layanan publik berbasis elektronik, seperti program kami untuk mewujudkan Mall Pelayanan Publik yaitu sistem layanan publik yang terintegrasi dan berbasis elektronik,”jelas bupati.

Lebih lanjut, bahwa menyongsong era industri 4.0 yang ditandai dengan era digitalisasi merupakan tantagan tersendiri bagii kabupaten yang baru terbentuk seperti Kabupaten Pasangkayu, terlebih lagi bahwa Kabupaten Pasangkayu diposisikan sebagai salah satu daerah penyanggah Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, yang memungkinkan adanya proyek-proyek strategis nasional yang masuk di Pasangkayu.

Demikian pula Selat Makassar pada posisi akli menjadi lalu lintas laut internasional, hal ini menjadi peluang dan tantangan bagi Kabupaten Pasangkayu, karena perlu mempersiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing, dan kondisi ini harus direspon cepat dengan tetap mengedepankan kearifan lokal.

Baca Juga :   Lima Peserta Didik SMPN 7 Palu Akan Mengikuti ANBK Kembali

“Disinilah keberadaan peran perguruan tinggi sangat kami harapkan menjadi leverage atau daya ungkit dalam mendukung transformasi digital di Kabuaten Pasangkayu,”ujar bupati.

Salah satu bentuk pengembangan SDM kata Bupati, adalah dengan mengutus putra putri terbaik Pasangkayu untuk menuntut ilmu di kampus ini, dengan ketentuan setelah selesai masa pendidikan kembali ke Pasangkayu untuk mengabdikan diri. “Kamampuan Teknologi Informasi saat ini sangat dibutuhkan, hal itu tidak bisa dihindari, olehnya itu salah satu bentuk kedepan adalah mengutus anak-anak daerah kami untuk menuntut ilmu di kampus ini, terkait jumlahnya akan menyesuaikan dengan kemampuan daerah,”jelas bupati.

Sementara itu, Ketua Yayasan STMIK Bina Mulia Palu, Dr. Samsinar Zaind Moga, M.Si menyambut baik apa yang telah dibangun bersama itu, antara Pemkab Pasangkayu dengan STMIK Bina Mulia, serta dinilai ini adalah salah satu langkah tepat yang patut dilakukan oleh setiap kepala daerah yang ingin melakukan pengembangan SDM daerahnya.

Kata Samsinar, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di era digital saat ini sangatlah penting dan menjadi dasar yang mutlak untuk meningkatkan daya saing dalam berbagai hal, baik dengan daerah maupun dengan negara lainnya.

Baca Juga :   Usung Semangat Transformasi & Inklusivitas, Dekan FEB UI Jadi Pembicara Nobel Prize Dialogue

Samsinar menegaskan, generasi millennial saat ini telah terpapar oleh massifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama. Ia akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia.

“Begitu juga dalam hal pelayanan publik di lingkup pemerintahan, jika tidak menyiapkan SDM yang memahami teknologi digital, maka akan tertinggal jauh dari daerah lain yang kini terus melakukan pengembangan diri sesuai kebutuhan zaman,”jelas Samsinar.

Di tempat yang sama, Ketua APTIKOM Sulteng, Ir. Burhanuddin Andi Masse, S.Kom., M.Kom mengatakan, sebagaimana PKS yang telah ditandatangani bersama itu, maka pihaknya siap memberikan pelayanan pengadaan Sistem Informasi dan Tenaga Konsultan IT kepada Pemkab Pasangkayu.

“Dalam rangka mendukung Good Governance, maka kami APTIKOM Sulteng senantiasa siap membantu pemerintah dalam hal pengadaan Sistem Informasi yang baik, sesuai kebutuhan daerah,”jelas Burhanuddin. ENG

Komentar

News Feed