oleh

Rumah Singgah Nompeili Ntodea Menangani 120 PPKS

-Kota Palu-dibaca 183 kali

SULTENG RAYA – Sejak difungsikan, Rumah Singgah Nompeili Ntodea di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu telah menangani 162 orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Kepala Dinsos Kota Palu, Romy Sandi Agung, mengatakan, sepanjang 2022, Rumah Singgah Nompeili Ntodea menangani 120 orang PPKS, seperti pengemis, anak terlantar, lansia terlantar, gelandangan dan lainnya.

“Pada tahun ini, jumlah PPKS yang masih dilakukan penanganan sebanyak 120 orang, terdiri dari warga Kota Palu 62 orang, sisanya berasal dari wilayah dari luar Kota Palu, misalnya Mamuju, Makassar dan beberapa masyarakat berasal dari daerah-daerah tetangga, seperti Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala yang melakukan kegiatan pengemis dan lainnya di Kota Palu,” kata Kadis Romy kepada Sulteng Raya, Senin(20/6/2022).

Baca Juga :   Sambut Hut Ke-44 Kota Palu, Pemerintah Kelurahan Kabonena Gelar Porseni 

Ia menilai, keberadaan Rumah Singgah Nompeili Ntodea dapat mengurangi PPKS di Kota Palu.

“Artinya saat ini dengan adanya rumah singgah, pengemis atau PPKS yang melakukan kegiatan di jalan sudah mulai berkurang, tidak seperti kayak dulu lagi,” klaimnya.

Ia menerangkan, beberapa layanan fungsional dan layanan administrasi diberikan kepada masyarakat PPKS di rumah singgah, merupakan hasil kerja sama dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).  

“Di dalam penanganan rumah singgah, ada beberapa layanan yang diberikan kepada mereka, misalkan, layanan data dan pengaduan, layanan kedaruratan dan layanan kebutuhan dasar, seperti, permakanan, sandang, alat bantu, perbekalan kesehatan, bimbingan psikis, mental dan spiritual, bimbingan sosial, perlindungan dan keamanan, fasilitasi,pembuatan dokumen administrasi kependudukan, akses pelayanan pendidikan dan kesehatan, kemudian reunifikasi dan rentegrasi sosial bantuan sosial jaminan sosial kesehatan gratis, jaminan sosial ketenagakerjaan gratis, pelatihan keterampilan hidup sehari-hari dan rujukan,”pungkasnya.

Baca Juga :   Wali Kota Hadianto Dorong RSU Sis Al-Jufrie Kerja Sama Pemkot Palu

Ia juga berpesan kepada masyarakat mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menangani PPKS. Caranya, segera melapor ke Dinsos Kota Palu jika menemukan pengemis, anak terlantar, lansia terlantar, gelandangan dan PPKS lainnya.

“Harapannya, ke depan kami butuh informasi dari masyarakat, untuk membantu menangani kesejahteraan sosial, yakni dengan melaporkan kepada kami orang-orang yang memerlukan pelayanan kesejahteraan sosial,”ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melaunching tiga proyek perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II angkatan V tahun 2022 dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palu di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Kamis (9/6/2022).

Adapun proyek perubahan yang dilaunching, yakni Banua Ntodea (Rumah Singgah Nompeili Ntodea) oleh Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Romy Sandi Agung, Standar Operasional Prosedur Tata Hubungan Kerja Staf Ahli Kepala Daerah (SOP Sawita Palu) oleh Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan, Nawab Kursaid dan Pantau Wasit di Kota Kelor oleh Inspektur Inspektorat Daerah Kota Palu, Muliati.

Baca Juga :   WTP Lima Tahun Berturut-Turut, Gubernur Sulteng Terima Penghargaan Menkeu Sri Mulyani

Banua Ntodea atau Rumah Singgah Nompeili Ntodea merupakan suatu wahana penyelenggaraan kesejahteraan sosial dengan multi layanan terintegrasi dengan layanan rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, jaminan sosial, dan pemberdayaan sosial masyarakat bagi gelandangan dan pengemis, anak terlantar, anak jalanan, penyandang disabilitas terlantar dan Lansia terlantar di Kota Palu.HGA/CR1

Komentar

News Feed