oleh

Bea Cukai Pantoloan ‘Gempur Rokok Ilegal’ di Wilayah Kerja Pasangkayu

-Ekonomi-dibaca 62 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Bea Cukai Pantoloan kembali menurunkan tim dari unit pengawasan, berkolaborasi dengan unit kehumasan dalam rangka kampanye gempur rokok ilegal, pekal lalu.

Program tersebut merupakan amanat dari program nasional Direktorat Jenderal Bea dan Cukai demi mengedukasi pedagang agar tidak melakukan praktik-praktik penjualan rokok tidak memiliki pita cukai atau pita cukai palsu.

Kali ini, Bea Cukai menjalankan program di Kabupaten Pasangkayu, salah satu wilayah kerja dari Bea Cukai Pantoloan, setelah sebelumnya telah melaksanakan di Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Parigi Moutong.

Plt Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Muhammad Amaluddin, mengatakan, metode yang dilaksanakan oleh tim dalam menyosialisasi gempur rokok ilegal yakni dengan berkunjung door-to-door atau dari pedagan satu ke pedagang lain di tempat penjualan eceran, hingga ke kantor kecamatan.

Baca Juga :   Alfamidi-Yayasan Mizan Amanah Sunatan Massal

“Tim juga memasang stiker sebagai salah satu media kampanye, sekaligus mengecek langsung bagaimana tingkat peredaran rokok ilegal di lapangan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Sulteng Raya, Senin (20/6/2022).

Selanjutnya, kata dia, dalam sosialisasi yang dilaksanakan, tim menyampaikan pemahaman terkait ciri-ciri rokok ilegal serta pesan terkait berbahayanya peredaran rokok ilegal yang sangat merugikan perekonomian negara dan juga berimbas pada kesejahteraan masyarakat.

“Secara umum, dengan gambaran pemahaman yang telah diberikan oleh tim, Bea Cukai Pantoloan mendapat tanggapan positif, apresiasi, serta dukungan dari masyarakat maupun pemerintah daerah setempat untuk senantiasa berupaya memberantas peredaran rokok illegal,” ungkap Amaluddin.

Ia mengklaim, tempat penjualan eceran yang dikunjung, antusias dalam menerima informasi yang disampaikan seperti pemahaman akan ciri-ciri rokok ilegal berupa pita cukai palsu, pita cukai berbeda, pita cukai bekas, ataupun tanpa pita cukai (polos) juga secara umum telah dipahami oleh masyarakat.

Baca Juga :   Alfamidi-Yayasan Mizan Amanah Sunatan Massal

“Hal ini tentu saja juga merupakan buah dari gencarnya publikasi yang telah rutin dan berkala dilaksanakan oleh Bea Cukai Pantoloan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Bea Cukai Pantoloan terus berkomitmen dan bekerja dengan maksimal untuk menjalankan fungsinya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat (community protector) serta mengoptimalkan penerimaan negara yang diperoleh (revenue collector),” tutupnya. RHT

Komentar

News Feed