oleh

KINERJA PENYIDIK POLSEK BUMI RAYA DIPERTANYAKAN, Pelaku Penikaman Hanya Dikenakan Pasal Pengancaman

-Kriminal-dibaca 137 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Masyarakat Desa Bumi Harapan, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, serta keluarga almarhum Ahmad Heriyanto (20), mempertanyakan proses hukum yang dilakukan pihak penyidik di lingkungan Polsek Bumi Raya, Kabupaten Morowali.

Seperti diketahui, almarhum Ahmad Heriyanto (20) menjadi korban aksi kekerasan berupa  penikaman, oleh  oknum pemuda desa bernama Renaldi Paelongan (26), warga Desa Pebatae, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali.

Adapun yang menjadi pertanyaan masyarakat dan keluarga korban, terkait penetapan pasal yang dikenakan kepada tersangka Renaldi Paelongan. Terduga pelaku hanya dikenakan pasal pengancaman. 

Padahal perbuatan tersangka dapat dikatakan sebagai kriminal (kejahatan)  berat, berupa aksi kekerasan dengan menggunakan senjata tajam dengan melakukan penikaman di bagian perut korban. 

Akibatnya, korban harus mejalani perawatan di rumah sakit. Namun karena tidak mampu menahan sakit  deritanya, Ahmad Heriyanto harus menghembuskan nafas terakhir 5 hari lalu, tepatnya tanggal 20 Mei 2022,  saat menjalani perawatan di rumah kediamannya, dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Akibat penusukan yang dilakukan tersangka, usus korban harus dipotong sebagian oleh petugas medis, bahkan sebelumnya korban harus dibuatkan saluran khusus pembuangan akibat kebocoran organ ususnya. 

Mirisnya, berbulan-bulan korban dirawat jalan  pasca perawatan di rumah sakit umum Daerah Morowali, dimana kondisi korban mengalami penurunan badan yang sangat kritis dan menyisakan kulit dan tulang hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

Menariknya, peristiwa kriminal berat yang telah merenggut nyawa korban ini, justru dalam proses hukum yang dilakukan pihak penyidik di lingkungan Polsek Bumi Raya, Kabupaten Morowali, terduga pelaku hanya dikenakan pasal pengacaman. 

Dimana hal ini dibenarkan oleh pihak Jaksa Penutup Umum (JPU), kejaksaan Negeri Morowali, Nathan SH.

Dimana kata Nathan, pihaknya sekarang sedang menyidangkan perkara ini dan sudah sampai pada agenda penuntutan. “Benar terdakwa saat ini sedang dalam proses sidang di pengadilan Negeri (PN) Poso. Terdakwa benar di kenakan pasal pengancaman dan minggu depan sudah masuk agenda penuntutan di PN Poso,” ungkap Nathan saat dikonfirmasi media ini via ponselnya, Senin (23/05/2022).

Seperti yang dikatakan kakak korban, Munari, dirinya dan keluarga besarnya teramat kecewa atas penetapan tersangka yang hanya dikenakan pasal pengacaman.

“Sebelumnya saya diinfokan oleh penyidik, kalau pihak penyidik akan menjerat terduga pelaku dengan pasal dalam undang undang darurat berupa kepemilikan senjata tajam serta pasalnya kriminal dengan kejahatan berat yang menyebabkan korban mengalami luka berat,” urai Munari dengan nada sedih. 

” Mungkin di karenakan kami orang susah, sehingga sulit mencari keadilan,” tambahnya 

Kapolsek Bumi Raya, Iptu Lasida. MH, yang di konfirmasi media antara lain menyatakan, perkara dengan tersangka Renaldi Paelongan ini ada 2 kasus. Dimana kasus  pengacaman barang bukti seluruhnya telah berhasil dikumpulkan.

Sementara untuk kasus penganiayaan, penyidik masih bekerja mengumpulkan bukti  “Saat ini, kasusnya sudah dibentuk tim bersama satreskrim Polres, demi mempercepat penanganannya,” tandas Kapolsek 

Perlu diketahui, peristiwa penganiyaan terjadi pada malam 21 Januari 2022 lalu, berawal adanya cecok antara terduga pelaku dengan pemuda bernama Jumaris yang merupakan kawan korban. Dalam cecok tersebut, terduga pelaku melakukan pengacaman dengan menggunakan senjata tajam kepada Jumaris. Karena merasa terancam Jumaris akhirnya pulang dan mengadukan peristiwa ancaman yang dialaminya kepada korban. 

Mendengar laporan kawannya tersebut, korban mendatangi terduga pelaku dengan maksud untuk mendamaikan cecok keduanya. Bukan diterima maksud baik kedatangan korban, terduga pelaku justru menikam korban tepat kearah perutnya. 

Akibatnya, korban malam itu dilarikan ke puskesmas setempat. Selanjutnya dirujuk ke rumah sakit umum Daerah Morowali hingga menjalani perawatan selama 11 hari dan berbulan-bulan menjalani rawat jalan dan  berakhir tragis dengan menghembuskan nafas terakhirnya. SYM

Komentar

News Feed