oleh

Enam Industri dan Satu Asosiasi Tandatangani Kerja Sama dengan Kemendikbudristek

-Pendidikan-dibaca 60 kali
SR Ads

SULTENG RAYA- Guna meningkatkan ekosistem kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dunia industri (DUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Direktorat Mitras DUDI) merintis kerja sama baru dengan enam DUDI dan satu asosiasi.

Penguatan kemitraan antara Kemendikbudristek dengan DUDI diwujudkan melalui penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama (PKS) serentak antara Ditjen Diksi dengan enam DUDI dan satu asosiasi. Kesepakatan tersebut dilakukan oleh Childfund International, PT Komatsu Indonesia, PT Pegadaian, PT Tira Austenite, PT Educa Sisfomedia Indonesia (Gamelab), Oracle Academy, dan PT Commeasure Solutions Indonesia (Reddoorz).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto menjelaskan, kemitraan yang dibangun bertujuan untuk mencapai keselarasan sehingga proses pembelajaran relevan dengan kebutuhan dunia kerja, baik di masa kini maupun masa depan. Pada era yang kian dinamis saat ini, kata dia, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai dengan standar industri.

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

“Terwujudnya keselarasan melalui penguatan kemitraan akan menghasilkan SDM vokasi yang mampu meningkatkan daya saing industri. Artinya, vokasi hari ini sangat berkaitan bahkan berkontribusi pada perekonomian negara,” tutur Wikan, pada acara penandatanganan PKS serentak di Magelang, Jawa Tengah akhir pekan kemarin.

Wikan menjelaskan, kalau untuk ketausesuaian (link and match) memang tidak hanya sekadar penandatangan kerja sama. “Terlebih, dengan adanya rencana kerja, ini berarti sudah diujicobakan dengan kurikulum baru,” ujarnya.

Tercatat, sebanyak 5.554 SMK atau sekitar 70 persen dari total jumlah SMK di Indonesia tahun ini menerapkan kurikulum baru. Ditambah lagi, hadirnya SMK Pusat Keunggulan (PK) akan melatih SMK lainnya untuk berkembang. “Karenanya, kami optimistis (kesepakatan serentak) akan menjadi lebih dari sekadar seremonial. Terima kasih kepada perusahaan yang sudah lama bekerja sama dengan pendidikan vokasi,” tutur Wikan.

Dirjen Wikan menambahkan, kemitraan yang dibangun harus diupayakan melalui pola kerja sama yang saling menguntungkan (mutual benefit). Sebagai penerima manfaat atau pengguna lulusan SDM vokasi, DUDI harus terlibat dan berperan aktif mulai dari proses penyusunan kurikulum yang sesuai kebutuhan pasar hingga pada teknis penyerapan lulusan vokasi.

Baca Juga :   SD Gamaliel Palu Borong Medali Kompetisi Bulu Tangkis Tingkat Kota

Kendati demikian, ia juga menyebut bahwa tantangan yang dihadapi oleh satuan pendidikan vokasi adalah mengejar ketertinggalan baik dari sisi teknologi maupun inovasi karena DUDI bergerak lebih cepat dibandingkan dunia pendidikan. “Walaupun tidak mungkin pendidikan dapat mengejar ketertinggalan, setidaknya dapat mengurangi jarak ketertinggalan tersebut, bahkan targetnya adalah bergerak bersama menyamakan perkembangan industri,” Wikan menekankan.

Lebih lanjut, penandatanganan PKS serentak ini sebagai langkah awal penguatan keterampilan teknis (hard skills), keterampilan nonteknis (soft skills), dan pengenalan karakter budaya kerja bagi peserta didik vokasi. Harapannya, upaya tersebut bisa menajamkan visi agar DUDI dapat berkontribusi dan berkolaborasi secara lebih luas dan maksimal terhadap pendidikan vokasi.

“DUDI yang hadir dan terlibat sedikit banyak telah berkolaborasi dengan pendidikan vokasi, namun kami lebih mengharapkan agar hubungan ini dapat berlanjut pada level yang paripurna. Langkah penguatan hubungan merupakan keniscayaan yang wajib dilakukan untuk lebih lanjut mereplikasi implementasi kerja sama, serta tentunya meningkatkan kualitas kerja sama agar lebih mendalam, menyeluruh, dan berkelanjutan,” imbuh mantan dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada itu.

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

Adapun sasaran kerja sama yang tercantum dalam PKS merupakan implementasi paket 8+i link and match yang dituangkan dalam ruang lingkup perjanjian yang meliputi penyelarasan kurikulum dengan DUDI, pembelajaran berbasis proyek riil dari industri, peningkatan kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik melalui magang dan pelatihan, pelaksanaan praktik kerja lapangan, pelaksanaan sertifikasi kompetensi sesuai standar dan kebutuhan dari industri, penyediaan instruktur/guru/dosen tamu dari industri di satuan pendidikan vokasi, fasilitasi riset terapan untuk dukungan teaching factory, komitmen industri merekrut lulusan pendidikan vokasi, serta ditambah fasilitasi pemberian beasiswa. *ENG

Komentar

News Feed