oleh

DITOLAK GURU DAN WALIMURID, Kepala MI Alkhairaat Biromaru Batal Dilantik

-Kota Palu-dibaca 306 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Prosesi pelantikan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alkhairaat Biromaru, Astia S.Pd terpaksa dibatalkan akibat adanya penolakan oleh sejumlah Pendiri Madrasah, guru, komite, dan Walimurid.

Proses pelantikan itu dilangsungkan di Madrasah Ibtidaiyah Alkhairaat Biromaru, Kamis (19/5/2022). Di tengah pembacaan SK Pelantikan, tiba-tiba sejumlah pendiri Madrasah, guru, dan walimurid masuk membawa spanduk bertuliskan penolakan dan pernyaan sikap yang ditandatangani sebanyak 56 orang, saat mereka masuk di tengah acara sempat terjadi persetegangan.

Persetegangan itu terjadi antara pihak komite dan seorang pendiri dengan Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Sigi, Abdul Hamid Pettalolo.

Penolakan itu disebabkan karena proses pemilihan dan pelantikan kepala madrasah dinilai tidak melalui prosedur yang benar, dan sarat politisasi. Untuk itu diminta SK Pengangkatan dan pelantikan tersebut dibatalkan.

Melihat situasi seperti itu, Komda  Alkhairaat Kabupaten Sigi memilih untuk menunda pelantikan dan meninjau kembali SK pengangkatan kepala Madrasah tersebut. “Ditinjau atau dikoreksi kembali (SK) ini, agar tidak terjadi keributan berkepanjangan,”sebut Abdul Hamid Pettalolo.

Sementara itu, hadir ditengah pelantikan perwakilan Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Saiful Tompo, menyerahkan sepenuhnya pelantikan kepala madrasah itu kepada Komda Alkhairaat Sigi. “Ini tergantung Komda, apakah dilanjutkan pelantikan atau tidak,”ujarnya.

Baca Juga :   Ikut UKW, Sebanyak 18 Anggota PWI Sulteng Dinyatakan Kompeten

Sekalipun katanya, peristiwa seperti itu baru kali ini terjadi di sepanjang hidupnya, dan berharap peristiwa seperti itu tidak akan terjadi lagi.

Seorang pendiri Madrasah sekaligus guru di Madrasah Ibtidaiyah Alhairaat Biromaru, bernama Amrul mengatakan, sebenarnya dirinya tidak ada maksud ingin menentang keputusan Pengurus Besar dan Komda Alkhairaat Kabupaten Sigi terkait pengangkatan dan pelantikan kepala madrasah tersebut, melainkan hanya berkeinginan agar proses pelantikan itu ditunda sampai ada klarifikasi atas pembatalan SK pengangakatan kepala madrasah sebelumnya.

Pasalnya, sudah ada SK pengangkatan Kepala MI Alkhairaat Biromaru sebelumnya tertanggal 14 Maret 2022, atas nama Moh Sofyan. SK itu dikeluarkan oleh PB Alkhairat, namun rentang satu bulan sambil menunggu pengangkatan, ternyata yang datang hanya pembatalan SK tanpa ada klarifikasi penyebab pembatalan SK itu.

Itulah katanya yang ingin mereka ketahui, kenapa ada seperti itu, tiba-tiba ada pembatalan. Menurutnya, sebaiknya terlebih dahulu ada penjelasan dari Komda atau PB Alkhairaat terkait penyebab pembatalan SK itu, sehingga bisa terang menderang masalah yang terjadi. “Kita tidak menolak orangnya, tapi sebaiknya berikan penjelasan terlebih dahulu penyebab adanya pembatalan SK sebelumnya,”jelas Amrul.

Baca Juga :   MAN IC Palu Adakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Sementara itu, Pihak Komite dan orang tua Siswa Muhlis menambahkan, bahwa sebagai orang tua peserta didik hanya berharap agar proses pendidikan anak-anak mereka di madrasah itu bisa berjalan dengan baik, serta pergantian dan pemilihan pimpinan di madrasah itu bisa berjalan sebagaimana prosedur yang benar dan yang sudah ada di Alkhairaat.

Namun katanya, kali ini proses pergantian dan pemilihan pimpinan di madrasah tersebut dinilai sudah tidak melalui mekanisme yang seharusnya, sehingga terjadi hal-hal yang tidak perlu terjadi, yakni penolakan pelantikan kepala madrasah.

Seandainya katanya, proses pergantian dan pemilihan kepala madrasah sesuai dengan mekanisme yang ada, dipastikan hal-hal seperti itu tidak akan terjadi. “Inikan ada pembatalan SK tanpa ada penjelasan atau klarifikasi, tiba-tiba ada SK baru yang keluar menunjuk seseorang tanpa proses yang benar,”sebut Muhlis.

Seharusnya kata dia, pengangkatan kepala Madrasah itu melalui pengusulan pendiri, ranting, dan komda, karena merekalah yang paling mengetahui kondisi dan kebutuhan madrasah itu.

Moh Sofyan sendiri mengaku kaget tiba-tiba ada pembatan SK pengangkatan dirinya sebagai kepala madrasah, padahal SK itu baru saja satu bulan ia terima dan tengah menunggu proses pelantikan. Bukannya pemberitahuan jadwal pelantikan yang diterima, melainkan pembatalan SK pengangkatan.

Baca Juga :   PERIODE JUNI 2022, DPB Kota Palu Sebanyak 251.636 Pemilih

Padahal dirinya tengah bersiap melakukan sejumlah terobosan di madrasah itu, termasuk ingin berupaya bagaimana agar kesejahteraan para tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah itu bisa meningkat melalui sertifikasi dan sebagainya. Apalagi dirinya juga sebagai salah satu pendiri di madrasah tersebut.

Namun sayang, cita-cita ingin memperbaiki nasib para tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah itu harus pupus dengan keluarnya pembatalan SK. Bahkan dirinya tidak mengetahui apa penyebab pembatalan SK itu, apakah ada kesalahan yang diperbuat, jika ada kesalahan seperti apa dan sebesar apa kesalahan itu, sehingga SK pengangkatan dirinya sebagai kepala madrasah harus dibatalkan di tengah menunggu jadwal pelantikan.

Ketua Pengurus Ranting Alkhiaraat Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Ilham, berharap kondisi ini bisa diselesaikan dengan baik, duduk bersama dan semua didengar pendapatnya, baik itu dari pengurus ranting, Komite, Pendiri, dan guru-guru. Dari musyawarah itu bisa menghasilkan kesepakatan. Jika itu bisa dilakukan dipastikan kondisi ini akan berakhir dengan baik.ENG

Komentar

News Feed