oleh

SPBU Donggala Layani Pembelian Pertalite Pakai Jeriken

SR Ads

SULTENG RAYA – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Donggala di Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, menarik perhatian warga setempat. Pasalnya, hampir setiap hari melakukan pelayanan pengisian pertalite dengan menggunakan jeriken.

Padahal, berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk BBM jenis Pertalite dilarang melayani pengisian jeriken.

Karena bahan bakar jenis Pertalite ini sebagai Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) pengganti Premium (bensin). Hal itu ditindaklanjuti dengan Kepmen ESDM No. 37/2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan, dimana ada perubahan status Pertalite menjadi bahan bakar penugasan. Pertamina telah memberlakukan aturan terbaru untuk pembelian Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Baca Juga :   Lutfin: Kepedulian Lingkungan Perlu Ditumbuhkan di Masyarakat

Dalam SE itu, badan usaha penyalur dalam hal ini Pertamina hanya dapat menyalurkan bahan bakar kepada pengguna langsung. Terutama untuk sektor transportasi dan kebutuhan bahan bakar rumah tangga, bukan untuk dijual kembali.

“Kok bisa ya di SPBU Donggala bisa isi pertalite pakai jerigen, sudah jelas di Surat Edaran Menteri ESDM tidak dibenarkan,” tanya Akib warga Palu, Rabu (18/5/2022) siang kemarin di SPBU Kelurahan Tanjung Batu.

Di tempat yang sama, pemilik SPBU Kelurahan Tanjung Batu, Aseng yang dikonfirmasi membenarkan adanya surat edaran yang isinya larangan mengisi pertalite jeriken.

“Saya fleksibel saja kalau memang masyarakat tidak ingin saya isi jerigen saya kancing saja, tapi memang tidak bisa dilarang,  Solar saja yang subsidi masih ada kebijakan karena ada rekomendasi, apalagi pertalite BBM penugasan, asal ada rekomendasi dari pemerintah bisa isi jerigen,” jelasnya. ADK

Baca Juga :   Lutfin: Kepedulian Lingkungan Perlu Ditumbuhkan di Masyarakat

Komentar

News Feed