oleh

Bank Mandiri Area Palu Alami Pertumbuhan Bisnis Positif

-Ekonomi-dibaca 88 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Area Palu menyebut pertumbuhan bisnis lintas produk perbankan ditawarkan kepada masyarakat berjalan sangat positif.

Area Head Bank Mandiri Palu, Zuhri, mengatakan, hal itu didukung dengan geliat perekonomian yang makin terlihat seiring dengan pelonggaran pembatasan sektor usaha pengakses KUR dan produk kredit produktif lainnya.

“Syukur alhamdulillah, Bank Mandiri Area Palu kuartal I mengalami pertumbuhan bisnis yang bagus dari lintas segmen bisnis,” kata Zuhri kepada Sulteng Raya, belum lama ini.

Ia memproyeksikan pertumbusah sektor bisnis tersebut akan makin ditopang oleh transformasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri di seluruh Indonesia dengan mengandalkan layanan digital banking, sehingga makin memudahkan akses nasabah, kapanpun dan dimanapun nasabah berada.

Baca Juga :   Pengetasan Kemiskinan, Kabappeda Arfan: Perlu Pemeratan Akses Kredit

“Dengan transformasi yang terus berkembang dari digital via mobile banking Bank Mandiri yakni Livin’ By Mandiri, maka akan memudahkan jangkauan seluruh nasabah kita yang ada di wilayah kerja Area Palu, intinya tumbuh positif,” ungkapnya.

Disisi lain, Bank Mandiri Area Palu, pada sektor layanan tanpa kantor atau agen mandiri sampai saat ini telah mencatatkan jumlah sekira 919 agen mandiri yang tersebar di pelbagai daerah di wilayah kerja.

Agen mandiri tersebut yakni jasa layanan tanpa kantor yang gencar digalakkan OJK pada program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif  (Laku Pandai).

Area Transaction & Funding Manager PT Bank Mandiri Area Palu, I Made Suwastika, mengatakan, agen mandiri merupakan konsep yang menjadi prioritas dalam membangun jaringan dan layanan kepada masyarakat, nasabah Bank Mandiri.

Baca Juga :   ABB Global Survei Ungkapkan Upaya Percepatan Efisiensi Energi Industri Global

“Layanan ini untuk melayani kebutuhan transaksi keuangan masyarakat. Artinya tidak perlu lagi membuka kantor cabang baru,” tuturnya.

Menurutnya, agen mandiri sangat membantu perbankan dalam melakukan perluasan akses layanan.

“Kalau berdasarkan data, agen mandiri kami cukup mengalami pertumbuhan yang signifikan untuk di Sulteng. Terbanyak rekening dan penggajian di daerah Bahodopi, Kabupaten Morowali dengan jumlah 147 agen,” tuturnya.

I Made Suwastika menyebutkan tahun ini pihaknya juga akan menyasar pengembangan agen mandiri di Kabupaten Morowali Utara,  daerah tersebut sangat potensial mengingat daerah pertambang yang notabenenya memiliki banyak tenaga kerja.

“Kami bahkan menargetkan peningkatan kualitas setiap agen. Setahun rata-rata agen mandiri yang harus dikembangkan sekitar 300 agen baru. Syarat sangat mudah menjadi agen mandiri cukup memiliki usaha toko agar mempermudah transaksi tunai,” ungkapnya. RHT

Baca Juga :   BERDAYAKAN EKONOMI MASYARAKAT, PLN Kembangkan Potensi Desa Wisata Pasir Putih

Komentar

News Feed