oleh

Aktivitas Jetty di Morowali Ilegal

-Kab. Morowali-dibaca 169 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, turun ke lokasi aktivitas jetty milik PT. Tiran Indonesia di Desa Matarape, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Rabu (27/4/2022).

Rombongan tersebut, dipimpin langsung Ketua DPRD Morowali, Kuswandi bersama sejumlah anggota DPRD, Pemerintah Kabupaten Morowali, anggota Polres Morowali, anggota TNI Kodim 1311/ Morowali dan Syahbandar Kolonodale.

Sebelumnya, dalam rapat ditegaskan bahwa aktivitas di Jetty PT. Tiran Indonesia berlangsung tanpa izin alias ilegal, sehingga membuat masyarakat dan Pemkab Morowali merasa dirugikan.

Diketahui, perusahaan tersebut sudah melakukan aktivitasnya sejak tahun 2017, padahal sudah ada warning dari Pemkab Morowali untuk tidak melakukan aktivitas sebelum mengurus segala perizinan dari Pemkab Morowali, Sulawesi Tengah, bukan perizinan dari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Beberapa kali, surat pernyataan penghentian dilayangkan kepada PT. Tiran Indonesia namun tak pernah diindahkan, hal ini membuat masyarakat Desa Matarape tak mendapat haknya sejak tahun 2017, seperti dana sosial atau CSR termasuk pajak ke Pemkab Morowali.

Dikatakannya, ada sejumlah fasilitas pendukung di Terminal Khusus (Tersus) milik PT. Tiran Indonesia yang berada di wilayah Desa Matarape yakni Kantor Terminal khusus PT. Tiran Indonesia, stock file, mess karyawan, penyimpanan BBM, laboratorium preparasi sampel, rumah genset, gudang dan pos security.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, maka semua kegiatan bongkar muat PT. Tiran Indonesia di terminal khusus pelabuhan yang berada dalam wilayah Desa Matarape harus dihentikan sampai diterbitkannya izin terminal khusus/TUKS guna memenuhi komitmen yang melingkupi wilayah Desa Matarape.

Ketua DPRD Morowali, Kuswandi menegaskan, pascakeluarnya surat Pemkab Morowali atas penghentian aktivitas PT. Tiran sejak 2017 ternyata per tanggal 19 April 2022 bahkan sampai tanggal 20 April 2022 perusahaan tersebut masih tetap melakukan aktivitas di wilayah Desa Matarape dan itu dianggap ilegal.

Dari hasil kunjungan ke lapangan, Kuswandi menegaskan, sesuai titik GPS dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Jetty PT. Tiran Indonesia memang masuk dalam wilayah Desa Matarape, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, bukan wilayah Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Atas masalah itu, pihak perusahaan diminta secepatnya melakukan pertemuan di DPRD Morowali, namun komunikasi terakhir pihak perusahaan belum siap.

Perusahaan tersebut kata Kuswandi, merupakan milik dari Mantan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaeman.

Ditanyakan jika perusahaan masih melakukan aktivitas di Jetty tersebut, Kuswandi meminta pihak terkait yakni Kepolisian, Kementerian, maupun Syahbandar untuk tidak menutup mata karena sangat nyata wilayah itu masuk dalam kawasan Kabupaten Morowali. BMG

Komentar

News Feed