oleh

Kepala BKPSDM Buol Jadi Tersangka Kasus Kecurangan CPNS

-Kab. Buol-dibaca 203 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil mengungkap tindak pidana dalam bidang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pada ujian seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buol tahun 2021.

Dalam kasus itu, Polisi menetapkan oknum pejabat Pemda sebagai tersangka yakni Drs. Muh (56) yang kesehariannya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buol.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto didampingi Dirreskrimsus Polda Sulteng, Kombes Pol. Ilham Saparona kepada awak media di Palu, Senin (25/4/2022) mengatakan, perkara ilegal akses ditangani Polda Sulteng sejak Desember 2021, setelah Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng menerima laporan dari salah satu pejabat di Pemerintah Kabupaten Buol.

Baca Juga :   Advokat Muda Buol Serukan Masyarakat Jaga Kamtibmas

“Perkara ilegal akses yang dimaksud adalah pelaku menginstal aplikasi Remote akses jarak jauh dalam perangkat komputer yang akan dipergunakan dalam seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) formasi tahun 2021 dengan metode Computer Assited Test (CAT) di Kabupaten Buol,” kata Didik.

Lanjut Didik, tersangka Drs. Muh berperan dengan memberikan akses atau kesempatan kepada tiga pelaku yang mempunyai kemampuan IT untuk memasuki ruang ujian CAT pada perangkat komputer yang sudah dalam kondisi disegel oleh BKN.

Didik menambahkan, selain Kepala BKPSDM Buol yang ditetapkan tersangka juga terdapat enam pelaku lainnya masing-masing, NK alias Ollong (37), RK (32), IFP (43), ZR alias RUL (38), ZR alias ZUL alias Junior (35) dan LM (47) keenamnya berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel).

Baca Juga :   Advokat Muda Buol Serukan Masyarakat Jaga Kamtibmas

“Adapun peran dari para pelaku, ada yang bertindak untuk melakukan komunikasi dengan Kaban KPSDM Kabupaten Buol, mengkoordinir pelaku lain dengan menyiapkan transportasi dan akomodasi selama di Buol dan mencari peserta yang akan dibantu dalam pengisian jawaban seleksi CASN Kabupaten Buol tahun 2021. Ada pula yang berperan sebagai tenaga IT dan mencari orang untuk menjawab pertanyaan,” jelas Didik.

Sementara, untuk tarif yang dipatok oleh pelaku berkisar antara Rp100 juta sampai dengan Rp200 juta, ada 27 peserta seleksi CPNS yang menggunakan jasa pelaku, akan tetapi belum sempat memberikan sejumlah uang karena kecurangan yang dilakukan berhasil diketahui oleh panitia.

Saat ini kata Didik, lima tersangka sementara ditahan di Polda Sulteng dan dua tersangka ditahan di Polres Luwu, Polda Sulsel dalam kasus yang sama. Para pelaku dijerat tindak pidana illegal akses sebagaimana pasal 46 ayat 1 jo pasal 30 ayat (1) dan/atau pasal 48 ayat (1) jo pasal 32 ayat (1) dan/atau pasal 50 jo pasal 34 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016, perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 8 tahun dan/atau denda paling banyak Rp800 Juta. */YAT

Baca Juga :   Advokat Muda Buol Serukan Masyarakat Jaga Kamtibmas

Komentar

News Feed