oleh

JANUARI 2015, UMP Sulteng Naik 20%

SULTENG POST – Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulteng dipastikan mengalami kenaikan 20% dari UMP tahun sebelumnya sebesar Rp1.250 ribu menjadi Rp1.500 ribu. Hal itu dikatakan Kabid Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulteng, Joko Prabowo kepada wartawan, Senin (13/10).

Dia mengatakan, kenaikan UMP tersebut merupakan hasil rapat kerja Disnakertrans bersama Dewan Pengupahan, Pengusaha serta pekerja yang dilakukan sejak Juni hingga Oktober 2014.

“Melalui pembahasan-pembahasan, diskusi dan survey yang dilakukan KHL yang ada ditiga belas kabupaten kota di Sulteng. Maka pemerintah Sulteng telah menetapkan UMP sebesar Rp1.500 ribu. Penetapan UMP ini mengalami kenaikan sebesar 20% dari tahun sebelumnya, ujarnya.

Penetapan tersebut kata dia, mengacu pada nilai KHL terendah yang ada di Kabupaten Poso sebesar Rp1.499.791, Permenakertrans Nomor Tujuh Tahun 2013 tentang UMP serta Inpres tentang UMP.

Dengan adanya kenaikan UMP, Joko mengatakan kabupaten/kota yang telah memiliki dewan pengupahan sudah bisa memproses dan menetapkan UMP di kabupaten/kota masing-masing dengan menggunakan standar UMP yang telah ditetapkan tersebut.

“Dalam ketentuan itu upah minimum kota boleh sama dengan UMP yang telah ditetapkan tetapi tidak boleh rendah dari itu,” katanya.

Joko juga mengatakan, pemerintah provinsi secara administrasi belum menetapkan ketentuan tersebut. Pasalnya, masih menunggu kepulangan Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola dari menunaikan ibadah haji. Menurutnya, penetapan UMP akan ditanda tangani oleh Gubernur Sulteng.

Selanjutnya, dia menjelaskan dengan adanya ketentuan tersebut, secara otomatis Upah Minimum Kota juga harus mengalami kenaikan.

Hasil penetapan UMP itu lanjutnya, akan mulai dilaksanakan pada Januari 2015 mendatang. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan UU Nomor 13 Tahun 2013, Permenakertrans Nomor Tujuh tahun 2013 dan Inpres Nomor Sembilan tahun 2013.

“Jadi sekarang masih menggunakan UMP tahun 2014 yang jumlahnya sebesar Rp1.250 ribu. Tepat 1 Januari 2015 UMP baru sebesar Rp1.500 ribu mulai dilaksanakan,” katanya. SADLI

Komentar

News Feed