oleh

Hewan Ternak Berkeliaran di Jalan Raya Mulai Ditindak

-Kota Palu-dibaca 93 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu akhirnya menindak tegas hewan ternak berkeliaran di jalan.

Pada Jumat (21/1/2022) kemarin, Satpol PP Kota Palu menjemput satu ekor ternak sapi untuk ditahan sementara.

 “Nah, untuk penertiban hewan ternak sudah dilakukan, seperti penertiban hewan ternak berupa sapi di Kelurahan Kayumalue Pajeko,” kata Kepala Satpol PP Kota Palu, Trisno Yunianto kepada Sulteng Raya.

Menurutnya, pemilik ternak yang kedapatan melepas ternaknya, dapat diproses hukum oleh kepolisian berdasarkan amanat Pasal 549 KUHP.

Selain itu, pemilik yang hendak menjemput hewan ternaknya, wajib membuat surat pernyataan tidak akan mengulang kembali perbuatannya membiarkan hewan ternaknya berkeliaran di jalan.

Baca Juga :   Lagi, Pemkot Palu Raih WTP dari BPK

Tidak hanya itu, bagi pemilik hewan ternak yang terbukti melanggar, bakal disanksi denda paling banyak Rp2 juta untuk ternak besar, seperti sapi. Sementara itu, ternak kecil atau kambing dan domba disanksi paling banyak Rp750 ribu.

Penjatuhan sanksi denda tersebut sesuai amanat dalam Perda Kota Palu Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pernertiban Hewan Ternak. Sedangkan besaran denda diatur melalui Peraturan Wali Kota Palu Nomor 17 Tahun 2013.

“Jadi ternak yang kedapatan berkeliaran di jalan ditangkap dan dibawa ke kelurahan. Selanjutnya hewan tersebut dibawa ke kantor Satpol PP. Menunggu pemiliknya datang. Lalu pemilik terbak dibuatkan surat pengantar ke Polres Palu untuk diperiksa sesuai Pasal 549 KUHP dibuatkan pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, serta bersedia menerima sanksi denda berdasarkan Perda Kota Palu Nomor 6 Tahun 2012,” jelasnya.

Baca Juga :   Ini Penjelasan Dirjen Dukcapil soal Pencatatan Nama Minimal Dua Kata

Ia berharap, penagkapan hewan ternak berkeliaran di jalan raya maupun di tempat umum di Kayumalue Pajeko menjadi penangkapan pertama dan terakhir di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya.  

“Kami harapkan masyarakat atau pemilik ternak patuh terhadap Perda Nomor 6 Tahun 2012. Jangan melepas hewan ternaknya dan segera ternaknya dikandangkan. Karena, jika tidak, maka sanksi hukum akan diberikan kepada pemiliknya. Selain itu, pihak camat dan lurah juga diharapkan untuk terus mensosialisasikan secara masif surat edaran Wali Kota Palu terkait penertiban hewan ternak,” ucapnya.ULU

Komentar

News Feed