oleh

Kaper Tenny Luncurkan Pelayanan Mini Pil KB

-Kota Palu-dibaca 133 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah, Tenny C Soriton meluncurkan pelayanan mini pil KB saat meninjau pelayanan KB di Faskes Bunobogu, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Kamis (20/1/2022).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian pelayanan KB menggunakan dana penggerakan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) 2022.

Mini Pil KB atau biasa disebut dengan pil menyusui adalah KB minum yang hanya terdapat hormon progesteron atau progestin saja di dalam kandungannya. Mini Pil KB lebih aman untuk ibu menyusui dalam mendukung pemberian air susu ibu (ASI) Eksklusif guna mencegah Stunting.

“Ibu-Ibu yang baru melahirkan jangan khawatir untuk kekurangan ASI akibat menggunakan KB Pasca Persalinan (KBPP). Sekarang BKKBN telah menyediakan Mini Pil KB yang lebih aman untuk ibu menyusui dan tidak berpengaruh terhadap produksi ASI,” kata Kaper Tenny.

Sebagai informasi tambahan, disadur dari sehatq.com, mini pil KB termasuk ke dalam golongan KB hormonal.

Pil mini adalah salah satu pilihan jenis KB yang bisa digunakan jika tidak cocok dengan pil KB kombinasi yang mengandung estrogen.

Baca Juga :   Calon Jemaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan

Sebab, mini pil adalah jenis pil KB yang hanya terdapat satu kandungan hormon, yaitu progestin. Hormon progestin merupakan hormon yang menyerupai progesteron yang diproduksi di dalam tubuh.

Kadar progestin di dalam pil KB mini juga jauh lebih rendah daripada dosis progestin dalam pil KB kombinasi. Cara kerja mini pil adalah dengan mengentalkan lapisan lendir di sekitar leher rahim. Hal ini berguna untuk menghalangi sperma bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi.Pada beberapa kasus, kontrasepsi ini mampu menipiskan dinding endometrium sehingga proses implantasi juga tidak mungkin terjadi.

Pil mini sama efektifnya dengan pil kombinasi sebagai cara mencegah kehamilan. Hanya saja, pil ini masih kalah bila dibandingkan dengan implan, IUD, serta sterilisasi permanen, seperti tubektomi dan vasektomi.

Mini pil bekerja efektif sampai 99 persen untuk mencegah kehamilan bila digunakan dengan benar. Namun, jika tidak mematuhi jadwal dan aturan pakai yang tepat, efektivitasnya dapat berkurang. Menurut penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention, kegagalan kontrasepsi ini dapat menyebabkan sekitar 6-12 kehamilan dari 100 perempuan dalam setahun.

Baca Juga :   Operasi Gempur, Bea Cukai Pantoloan Amankan 139.800 Batang Rokok Ilegal

Mini pil dapat mengurangi kram menstruasi, memperlancar darah haid dan tidak memengaruhi kesuburan jika tidak mengonsumsinya lagi.

Di sisi lain, mini pil sama seperti obat-obatan lain yang juga dapat menimbulkan efek samping bagi beberapa wanita. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), beberapa efek samping pil KB mini, yakni perubahan berat badan, siklus haid kacau, mual dan muntah, sakit kepala, nyeri payudara, kelainan kulit, menstruasi berhenti, nyeri pada perut.

Sementara itu, efek samping tidak umum, yakni penumpukan cairan di dalam tubuh, migrain, diare, ruam dan gatal dan pembesaran payudara.

Selain itu, beberapa kelebihan mini pil yang bisa dirasakan, Yaitu tidak mengganggu aktivitas seks, mudah dikonsumsi, satu dosis pil dalam setiap hari, langsung bekerja dengan cepat, konsumsi obat tidak bergantung dengan orang lain seperti KB suntik, cocok bila Anda tidak bisa konsumsi estrogen, aman untuk ibu menyusui, bisa dikonsumsi oleh ibu berusia 35 tahun ke atas, pil boleh digunakan bila ibu merokok dan  hormon dosis rendah sehingga efek samping hormonal lebih kecil.

Baca Juga :   DPRD Sulteng Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Ketiga

Namun, pil mini juga mempunyai kekurangan, yaitu tidak melindungi dari infeksi menular seksual, harus dikonsumsi dalam jam waktu yang sama sehingga tidak boleh lupa atau terlewat beberapa jam, harus didapat dengan resep dokter, tidak direkomendasikan untuk wanita dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati kronis atau riwayat kanker payudara, tidak cocok untuk wanita yang konsumsi obat tertentu, seperti obat antikejang, antibiotik, obat tuberkulosis, HIV/AIDS, dan obat dengan kandungan ekstrak St. John’s Wort., serta tidak dapat dikonsumsi dengan ibu yang mengalami pendarahan rahim yang tidak diketahui penyebabnya.

Cara penggunaan pil KB mini yang telah ditetapkan BPOM adalah konsumsi satu tablet setiap hari pada waktu yang sama mulai dari hari pertama menstruasi.

Minum tablet dengan air secukupnya. Bila sediaan obat habis, harus langsung konsumsi kemasan berikutnya.

Ketika terlambat selama tiga jam atau lebih, pil kemungkinan tidak lagi efektif untuk mencegah kehamilan.HGA

Komentar

News Feed