oleh

Kepala BI Sulsel Puji Pengelolaan Lahan Pasca-Tambang PT Vale

-Ekonomi-dibaca 333 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Komitmen PT Vale Indonesia Tbk dalam menjaga ekosistem lingkungan di areal operasional tambang mendapat apresiasi dari Kepala Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Causa Imam Karana, saat melakukan kunjungan ke area process plant, mining dan lahan pasca tambang, Kamis (20/01/2022).

Causa Imam mengatakan, program keberlanjutan areal tambang yang diterapkan PT Vale Indonesia Tbk sangat baik, apalagi pihaknya melihat langsung di areal pasca tambang kondisi penghijauan dikawasan tersebut.

Dia mengakui, jika kondisi lahan tersebut sudah seperti hutan dikembalikan ke kondisi hutan sebelumnya.

“Tadi saya kunjungan ke lahan pasca tambang yang sudah dilakukan penghijauan Kembali, hutan yang sudah 15 tahun ditanami Kembali. Saya sangat takjub dengan program sustainable mining yang dilakukan PT Vale, sehingga lingkungan di sekitar tambang dan eks tambang tetap terjaga dan bisa dihutankan Kembali,” ujarnya.

Causa Imam Karana berpendapat, PT Vale sangat konsisten dalam pengelolaan lingkungan. Hal itu patut menjadi contoh ditempat lain khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

Baca Juga :   ABB Global Survei Ungkapkan Upaya Percepatan Efisiensi Energi Industri Global

Tak hanya di sektor pengelolaan lingkungan PT Vale sangat berkomitmen, tapi juga Bank Indonesia mengapresiasi kepedulian sosial terhadap masyarakat melalui program padi organic dan pembentukan BumdesMa yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Saya apresiasi terhadap kepedulian sosial PT Vale, seperti pembinaan petani organic dan BumdesMa,”terangnya.

Kehadiran BI ke PT Vale Indonesia Tbk tersebut untuk pertama kalinya, dan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan  yang dilakukan PT Vale Indonesia selama ini.

Menurutnya, sebagai narsum FGD yang diadakan oleh Bank Indonesia. PT Vale beberapa kali menjadi  salah satu narasumber khususnya untuk topik dan isu terkait pertambangan serta industri pengolahan, baik lingkup Sulsel maupun untuk asesmen Sulampua. Pada FGD tersebut, PT Vale menyampaikan data kinerja produksi dan target ke depan serta pengembangan yang telah, sedang, dan akan dilakukan.

“Nikel menjadi komoditas utama ekspor dengan pangsa mencapai 45% dari total ekspor Sulsel. Potensi nikel sebagai salah satu komoditas unggulan masih sangat baik mengingat permintaan dunia akan komoditas ini cukup menjanjikan seiring dengan dorongan terhadap mobil listrik,”paparnya.

Baca Juga :   BERDAYAKAN EKONOMI MASYARAKAT, PLN Kembangkan Potensi Desa Wisata Pasir Putih

Sejalan dengan hal tersebut, Lapangan Usaha (LU) Pertambangan menjadi tumpuan ekonomi Provinsi Luwu Timur dengan pangsa hingga 49%. Namun demikian tingginya porsi pertambangan perlu diimbangi dengan kegiatan yang berwawasan lingkungan sejalan dengan concern dunia yang saat ini tengah fokus pada penanganan climate change.

“PT Vale merupakan salah satu perusahaan pertambangan yang juga telah mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan concern dunia untuk mendorong green economy (termasuk di dalamnya green mining),”terangnya.

Causa Imam Karana mengungkapkan, urgensi implementasi green economy semakin meningkat sebagai upaya membatasi emisi karbon dan pemanfaatan energi baru terbarukan. Demand terhadap sustainable goods juga terus meningkat, didukung oleh meningkatnya awareness konsumen dunia. Hal ini perlu menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi permintaan dan daya saing komoditas pertambangan dan produk ekspor unggulan lainnya.

Baca Juga :   Pengetasan Kemiskinan, Kabappeda Arfan: Perlu Pemeratan Akses Kredit

“Fokus utama Kabupaten Luwu Timur adalah pengembangan ekspor dan investasi. Tren investasi di Kabupaten Luwu Timur secara historis menunjukkan peningkatan setidaknya dalam 10 tahun terakhir yang didominasi oleh sektor pertambangan, dalam hal ini adalah PT Vale. Bahkan dalam beberapa periode hanya investasi PT Vale yang menjadi penopang kinerja investasi Kab Luwu Timur,”paparnya.

Sementara itu, kunjungan Manajemen Bank Indonesia (BI) Sulsel disambut baik oleh Manajemen PT Vale Indonesia.

Mewakili Manajemen PT Vale Indonesia, Senior Manager Furnace Maintenance, Zainuddin menyampaikan rasa terima kasih atas kedatangan Manajemen PT Vale untuk melihat langsung proses operasional di PT Vale.

“Terima kasih atas kunjungannya, semoga apa yang diperoleh hari ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua,” ungkapnya.

Sebagai informasi, PT Vale Indonesia Tbk telah menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan sebagai satu-satunya perusahaan tambang yang mendapatkan predikat Green Proper dalam pengelolaan lingkungan.*/RHT

Komentar

News Feed