oleh

Hilangkan Stigma Negatif, Poso Kini daerah Ramah dan Aman

-Kab. Poso-dibaca 250 kali
SR Ads

SULTENG RAYA Konflik berdarah yang terjadi di Poso sejak 1998 menjadi catatan kelam Bangsa Indonesia. Konflik yang hanya mendatangkan luka dan kepedihan bagi perjalanan bangsa dan negara ini sejatinya harus dipetik sebagai pelajaran berharga agar tidak ada lagi cerita-cerita pilu di masa mendatang.

Akibat konflik tersebut, stigma negatif Poso sebagai daerah konflik nan berbahaya terlanjur melekat di benak masyarakat, khususnya di daerah lain, tentu tak sama dengan fakta. Stigma adalah pandangan miring yang didasari oleh asumsi negatif, yang tak jarang justru manipulatif, karenanya ia tak bisa dijadikan sandaran untuk kebenaran.

Karena faktanya, Bumi Sintuwu Maroso kini sudah berbenah. Menjadi daerah ramah nan asri, konflik sudah lama usai dan kedamaian sudah tercipta.

Warganya ramah, senyum dan sapa selalu tersungging di wajah mereka. Di kota ini, berbagai fasilitas publik tampak terus digenjot pembangunannya. Poso seolah tak mau tertinggal dalam derap pembangunan, mereka berusaha bangkit dari belitan konflik yang mencekik.

Baca Juga :   Satgas Madago Raya Dukung Sogili Tolerunsi Poso 2022

Di antara sekian banyak tokoh masyarakat yang ada di Poso, nama Haji Muhammad Adnan Arsal memiliki tempat tersendiri di hati warga. Bagi banyak warga Poso, Haji Adnan begitu ia biasa disapa, adalah orang tua yang menghujani warga dengan perhatian, hal inilah yang menjadikannya begitu lekat dengan Poso.

Keseriusannya mendampingi Poso telah teruji. Apa pun yang terjadi di wilayah ini, ia tak pernah pergi. Saat Poso diporakporandakan oleh konflik komunal yang menggilas sejak 1998, Haji Adnan adalah sedikit dari tokoh masyarakat yang memilih, dan berani, untuk tetap bertahan. Ia tak lari, tak juga ia pergi demi menyelamatkan diri sendiri. Haji Adnan bertahan. Ia tampil sebagai tokoh yang memimpin warga muslim melawan kezaliman, namun ia terpaksa melakukan itu semua hanya demi satu tujuan saja, yakni menjaga agar Poso tetap aman dan nyaman seperti sebelumnya.

Haji Adnan juga adalah tokoh sentral di dalam proses perdamaian di Poso di kala itu, ia diangkat warga muslim Poso sebagai Panglima mereka.

Baca Juga :   Satgas Madago Raya Dukung Sogili Tolerunsi Poso 2022

Sebagai seorang tokoh muslim Poso, Haji Adnan berinisiatif bergerak melunturkan stigma negatif yang sudah kadung melekat pada Poso tersebut.

Kisah perjuangan sang Panglima, lengkap dengan pesan-pesan damainya, ditulis dengan sangat apik oleh Khoirul Anam dalam buku Muhammad Adnan Arsal, Panglima Damai Poso yang diterbitkan oleh Elex Gramedia, Jakarta.

Buku inilah yang akan dibedah hari ini, Jumat, 21 Januari 2022 di Balroom Swisbel Hotel Palu. Dalam acara tersebut, Gubernur H. Rusdy Mastura dijadwalkan hadir untuk memberikan pidato kunci.

Buku ini menegaskan fakta bahwa konflik di Poso sudah selesai, dan mengingat banyaknya kerugian dan kemalangan yang dialami masyarakat, maka aksi teror dan kekerasan apa pun bentuk dan motifnya tak boleh diberi ruang di bumi Indonesia. Pemerintah dan segenap masyarakat harus terlibat dalam upaya membangun damai, salah satunya dengan tegas menolak paham radikal.

Acara bedah buku ini dimaksudkan untuk menguatkan narasi perdamaian dan kemanusiaan, sekaligus meneguhkan pentingnya moderasi dalam beragama dan berkebangsaan agar Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang damai dan sejahtera.

Baca Juga :   Satgas Madago Raya Dukung Sogili Tolerunsi Poso 2022

Secara khusus, Khoirul Anam menekankan bahwa konflik di Poso tak boleh diduplikasi di tempat-tempat lain. “Hentikan teror sekarang juga, dan Poso tidak sesuai stigma di luar,”ujar Khoirul Anam, Kamis (20/1/2022).

Khoirul Anam adalah pemerhati isuadikalisme dan terorisme yang telah menghasilkan ratusan tulisan baik dalam bentuk artikel lepas, artikel jurnal, maupun buku. Selain menulis, Anam juga menjadi editor untuk banyak artikel dan buku bertema radikalisme, terorisme, dan kejahatan siber.

Lulusan Center for Religious and Cross-Cultural Studies di Universitas Gadjah Mada ini menggeluti isu radikalisme-terorisme dengan minat utama di bidang media dan pengarusutamaan gerakan damai.

Nama Anam juga tercatat sebagai dosen mata kuliah World Religions di Sampoerna University Jakarta. Di waktu senggang, dia aktif melakukan kampanye tata bahasa melalui tagar #PatroliTata Bahasa. Anam dapat dihubungi melalui email di khoirul.anam.bwi@gmail. com. ENG

Komentar

News Feed