oleh

LP2AIK Kembali Lakukan Baitul Arqam Bagi Mahasiswa Studi Akhir

-Pendidikan-dibaca 313 kali
SR Ads

SULTENG RAYA- Lembaga Pembinaan Pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyaan (LP2AIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu kembali melaksanakan Baitul Arqam bagi mahasiswa studi akhir.

Kegiatan tersebut telah menjadi kegiatan wajib diikuti bagi setiap mahasiswa studi akhir di kampus ini. Kali ini adalah Baitul Argam angkatan ke tiga, tahun akademik 2021/2022 diikuti sebanyak 52 peserta dari tiga fakultas, masing-masing Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Hukum, dan Fakultas Pertanian.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari satu malam secara ofline di Aula Fakultas Hukum Unismuh Palu, dimulai dari Hari Jumat (6/1/2022).

Ketua LP2AIK Unismuh Palu, Muh Ilyas Paduntu, S.Ag, M.PdI mengatakan, selama pelaksanaan Baitul Arqam itu, semua aktifitas peserta berdasarkan tuntunan Islam yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad, SAW termasuk pelaksanaan salat malam (Salat Lail) secara berjamaah.

Baca Juga :   Kegiatan Hiking MKKS Kota Palu Diikuti 19 Sekolah Jenjang SMP

Dengan harapan kata Ilyas, setelah kegiatan Baitul Arqam itu ada pengajian khususnya bagi alumni Baitul Arqam, sehingga materi-materi yang belum tuntas bisa dituntaskan di pengajian itu.

Rektor Unismuh Palu, Prof.Dr. H. Rajindra, SE., MM saat membuka kegiatan memberikan ucapan selamat kepada para peserta Baitul Arqam, dan berharap semua peserta dapat mengikuti dengan baik setiap tahapan kegiatan yang sudah dijadwalkan oleh LP2AIK.

Katanya, kegiatan Baitul Arqam adalah salah satu kegiatan wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa, baik yang beragama Islam maupun yang tidak beragama Islam. Sehingga tidak mengherankan jika kali ini terdapat sejumlah peserta yang beragama Hindu, salah satunya yang bertugas memandu peserta saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah.

Baca Juga :   Prodi Pascasarjana Unismuh Palu Bertambah, Prodi Ilmu Pertanian Buka Penerimaan Maba

Kata rektor, kegiatan Baitul Arqam ini tidak menjadikan peserta itu  secara otomatis menjadikan anggota perserikatan Muhammadiyah, namun paling tidak peserta nantinya memahami Islam dan perserikatan Muhammadiyah, sehingga tidak salah memahaminya, karena masih ada masyarakat yang salah memahami Muhammadiyah.

“Kegiatan Baitul Arqam bagi mahasiswa semester akhir adalah wajib, karena banyak alumni yang selama ini lulus namun tidak terlalu tau apa itu AIK, namun bukan berarti yang ikut Baitul Arqam itu masuk secara otomatis di organisasi Muhammadiyah. Tapi paling tidak  dapat memahami Muhammadiyah,”jelas rektor.

Prof Rajindra juga berpesan kepada para peserta Baitul Arqam, agar nantinya setelah kembali ke masyarakat, dapat menyampaikan yang sebenar-benarnya apa itu Muhammadiyah beserta kegiatan di amal usahanya.

Baca Juga :   Meriahkan HUT KE-77 RI, Insan Pendidikan Gugus VI Wilayah II Palu Timur – Mantikulore Laksanakan Berbagai Lomba

Begitu juga sebaliknya, tidak menjelek-jelekan pemahaman orang lain yang mungkin ada perbedaan dengan pemahaman atau penafsiran Muhammadiyah. “Dipraktekkan pemahaman itu sambil menjelaskan ke masyarakat tentang Muhammadiyah jika ada yang bertanya. Serta harus menghormati perbedaan di masyarakat,”pesen rektor. ENG

Komentar

News Feed