oleh

Mantan Bupati Morut Tersangka Kasus Penipuan Rp1 Miliar

-Kab. Morowali-dibaca 629 kali

SULTENG RAYA – Mantan Bupati Morowali Utara (Morut), Mohammad Asrar Abdul Samad (47) ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penipuan senilai Rp1 Miliar.

Kasus tersebut, ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), berdasarkan laporan yang diterima Polda Sulteng dengan Nomor: LP/B/123/IV/2021/SPKT/Polda Sulteng, Tanggal 23 April 2021 tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari yang dihubungi Sulteng Raya, Selasa (4/1/2022) kemarin menyebutkan, pelapor atau korban dalam kasus tersebut diketahui bernama Syamsul Bahri (35), pekerjaan wiraswasta, alamat Kelurahan Bahuntula, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morut.

Sugeng menjelaskan, dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang terjadi pada bulan Mei 2020 di Morut itu, yang mana tersangka meminta sejumlah uang sebesar Rp1 Miliar secara bertahap dengan dijanjikan pekerjaan pembangunan gedung RS. Pratama Baturube dan pembangunan Puskesmas Pandauke.

Baca Juga :   Asisten I Pimpin Rapat Pembentukan APSAI Morut

“Setelah korban/pelapor menyerahkan uang sebesar Rp1 Miliar namun pekerjaan tidak pernah diberikan, bahkan dikerjakan oleh orang lain, dan uang korban tidak dikembalikan, setiap diminta selalu janji namun sampai sekarang tidak pernah ada,” kata Kompol Sugeng melalui pesan WhatsApp ke Sulteng Raya, Rabu (5/1/2022).

Sementara, untuk perkembangan kasus lanjut Sugeng, perkara sudah naik ke tahap penyidikan dan berkas perkaranya terhitung mulai tanggal 30 Desember 2021 sudah dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap I.

“Kami menunggu 14 hari kedepan Jaksa melakukan penelitian,” lanjutnya.

Diketahui, dalam kasus ini tersangka mantan Bupati Morut tidak dilakukan penahanan, karena ditahan di Polres Morut dalam kasus dugaan pencurian.

Baca Juga :   30 Ekor Sapi di Morowali Terjangkit PMK

Sebelumnya, tersangka Mohammad Asrar Abdul Samad telah ditahan dalam laporan dugaan tindak pidana pencurian kelapa sawit milik PT Kurnia Luwuk Sejati di Blok 275 dan Blok 275 A Desa Momo, Kecamatan Mamosalato.

“Kejadiannya itu 20 Juni 2021. Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan diperoleh bukti yang cukup diduga pelakunya mantan Bupati Morut Asrar Abdul Samad. Makanya dikeluarkan surat penangkapan,” kata Kasat Reskrim Polres Morut, Iptu Rangga H. Sanjaya.

Menurut Rangga, Asrar yang kini telah berstatus tersangka ditahan penyidik di Polres Morut selama 20 hari terhitung sejak 7 Desember 2021 sampai dengan 26 Desember 2021. “Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.  

Baca Juga :   Bupati Morut Harap Pemerintah Pusat Beri Solusi Terbaik untuk Honorer

Rangga menyebutkan, Asrar juga terpaksa ditahan karena dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya. “Oleh karena itu dikeluarkan surat perintah penahanan nomor SP-HAN/47/XII/2021/SATRESKRIM tanggal 7 Desember 2021,” tegasnya.

Rangga menambahkan, dalam kasus itu Asrar dikenakan Pasal 362 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara. YAT

Komentar

News Feed