oleh

Dua Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Morowali Diamankan

-Kab. Morowali-dibaca 431 kali

SULTENG RAYA – Kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), tepatnya di Desa Puntari Makmur, Kecamatan Witaponda.

Gadis belia berinisial NC yang berumur 14 tahun, warga Dusun I Desa Puntari Makmur, Kecamatan Witaponda menjadi korban dugaan pencabulan hingga menyebabkan dirinya kini telah hamil 5 bulan.

Ayah korban, Kadek Suka kepada Sulteng Raya, Ahad (2/1/2022) mengaku, dirinya tidak mengetahui pasti kejadian tersebut, namun diperkirakan sekira bulan Agustus 2021.

Kadek Suka pun baru mengetahui peristiwa itu dari paman korban dan warga yang melihat ada perubahan fisik dari korban. Keluarga dan warga kemudian berinisiatif untuk memeriksakan korban kepada bidan desa setempat, yang pada akhirnya diketahui korban telah hamil 5 bulan.

Baca Juga :   Dharma Wanita Dinkes Morut Diminta Jaga Kekompakan dan Kekeluargaan

“Untuk selengkapnya, saya tidak tahu pasti kapan kejadiannya, dan saya pun baru mengetahui dari keluarga saya dan warga yang menyampaikan bahwa anak saya telah hamil 5 bulan sesudah diperiksa oleh bidan desa,” ujar Kadek Suka.

Sementara, korban yang saat ini masih berusia 14 tahun dan duduk di kelas 6 sekolah dasar itu, mengaku telah tiga kali digauli oleh terduga pelaku KK, sedangkan pelaku BR sebanyak 4 kali.

NC mengatakan, setiap kali usai digauli dengan paksa, ia diberikan uang terkadang Rp100 ribu, Rp50 ribu atau Rp40 ribu, serta diminta untuk tidak menceritakan hal itu kepada siapapun.

Setelah ditanyakan secara detail, korban pun mengaku telah disetubuhi oleh pelaku pertama berinisial KK yang juga masih di bawah umur dan selanjutnya beberapa kali dilakukan pelaku lainnya yaitu BR yang sudah berusia lebih dari 50 tahun.

Baca Juga :   30 Ekor Sapi di Morowali Terjangkit PMK

Pihak keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Witaponda dan langsung dilakukan wawancara kepada korban. Selanjutnya, anggota Polsek Witaponda menjemput kedua terduga pelaku dan dari hasil interogasi, kedua pelaku mengakui perbuatan bejatnya itu.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kedua pelaku langsung diamankan sementara di Mapolsek Witaponda.

Kapolsek Witaponda, Iptu Andi Rusdi yang dikonfirmasi mengatakan, terhadap kedua pelaku, telah dilakukan pemeriksaan dan mengakui perbuatannya. Guna menjalani proses lebih lanjut, keduanya akan dilimpahkan ke Polres Morowali.

Diketahui, ayah korban hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan tinggal di gubuk tua Desa Puntari Makmur, dimana sejak anaknya masih kecil, ia telah berpisah dengan istrinya.

Baca Juga :   Ketua FKUB Sulteng Puji Indahnya Kerukunan Umat Beragama di Morut

Dalam gubuk tersebut, juga ikut tinggal bersama nenek korban yang telah lama mengalami gangguan kejiwaan.

Sementara, data yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Morowali, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Hj. Syamsidar menyebutkan, di sepanjang tahun 2021, kekerasan seksual yang masuk dalam data penanganan adalah sebanyak 16 kasus, meningkat dari tahun 2020 yang hanya berjumlah 11 kasus. BMG

Komentar

News Feed