oleh

ADB Gandeng Kesbangpol dan FKUB Kota Palu Sosialisasikan Kawasan Siaga Bencana

-Kota Palu-dibaca 245 kali
SR Ads

SULTENG RAYA- Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia menggandeng Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Palu  melakukan sosialisasi kawasan Siaga Bencana.

Sosialisasi tersebut akan dilaksanakan akhir bulan Januari 2022 selama tiga hari, di salah satu hotel di Kota Palu, dengan melibatkan sejumlah stekholder, terdiri dari tokoh agama, adat, pemuda, mahasiswa, penyandang disabilitas, satgas Pancasila, dan media.

Kepala Kesbangpol Kota Palu, Ansyar Sutiadi menjelaskan, sosialisasi tersebut berkaitan dengan sisi bangunan dan mitigasinya. Hal tersebut dinilai sangat penting, mengingat Kota Palu termasuk salah satu kawasan di Indonesia yang sangat rawan mengalami bencana alam, karena berada di atas Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).

Baca Juga :   Wawali Palu Dorong IMM Bersinergi Sukseskan Program Pemkot Palu

“Masyarakat kita sangat membutuhkan itu (sosialisasi kawasan Siaga Bencana) sebagaimana kita perna mengalami peristiwa kelam 28 September 2018, begitu ngerinya jika kita mengingat itu, olehnya masyarakat setiap saat harus siap menghadapi peristiwa tersebut, baik dari sisi bangunannya begitu juga dengan mitigasinya,”jelas Ansyar, Rabu (5/1/2022).

Senada yang disampaikan oleh Ketua FKUB Kota Palu Drs. H. Ismail Pangeran, M.Pd.I, bahwa Kota Palu sebagai salah satu kawasan yang rawan bencana, maka sangat penting semua komponen masyarakat memiliki kesiapan dan keterampilan dalam menghadapi bencana itu.

Termasuk di dalamnya para tokoh agama, tokoh adat, ormas, mahasiswa, dan sebagainya, sehingga penting mendapatkan sosialisasi kawasan Siaga Bencana itu.

Baca Juga :   Peduli Lingkungan, Sejumlah Komunitas Tanam Mangrove di Pantai Dupa

Katanya, ini berawal dari UIN Datokarama Palu, dimana bangunan di UIN Datokarama Palu sebagai salah satu percontohan bangunan siaga bencana di Kota Palu. Hal itulah salah satunya yang akan disosialisasikan ke masyarakat. Bagaimana bangunan yang siaga bencana, ramah gender, dan ramah disabilitas.

Termasuk katanya, bagaimana keterampilan cara menyelamatkan diri jika tsunami itu datang. “Namun bukan berarti kita meminta-minta bencana itu datang, tapi bagaimana kita memiliki keterampilan dari segi bangunan dan mitigasinya saat bencana itu datang, itu yang perlu kita ketahui,”jelas Akademisi UIN Datokarama Palu itu.

Mengingat katanya, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kepedulian terkait bangunan siaga bencana, termasuk keterampilan dalam penyelamatan saat bencana itu datang, dengan harapan melalui kegiatan tersebut, oleh ADB yang menggandengn Kesbangpol Kota Palu dan FKUB Kota Palu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan mitigasi bencana itu. ENG

Baca Juga :   Ninik Rahayu: Kemerdekaan Pers Harus Ditopang Dua Pilar Penting

Komentar

News Feed