oleh

PERINGATAN HDI 2021, Kadinsos Romy Ajak Masyarakat Dukung Kemandirian Penyandang Disabilitas

-Kota Palu-dibaca 77 kali

SULTENG RAYA – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Palu, Romy Sandi Agung, mengajak masyarakat Kota Palu memberikan dukungan dan sokongan untuk meningkatkan kemandirian dan kesamaan hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.

“Keberadaan penyandang disabilitas harus diberikan ruang untuk berkarya dan beraktivitas. Karena, keberadaan mereka harus berdaya guna mendukung pembangunan di Kota Palu,” kata Kadinsos Romy pada acara peringatan Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2021 tingkat Kota Palu diinisiai Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah di lokasi Millenium Waterpark, Sabtu (4/12/2021).

Menurutnya, spirit peringatan HDI yang dilaksanakan setiap tahun bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas, khususnya untuk menghilangkan stigma terhadap penyandang disabiitas.

“Peringatan Hari Disabilitas Internasional setiap tahun adalah untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas,” katanya.

Pada kegiatan yang mengusung tema ‘Bergerak untuk Disabilitas’ itu, Kadinsos Romy mewakili Wali Kota Palu, turut menyerahkan alat bantuan untuk kebutuhan para disabilitas.

Baca Juga :   Personel Brimob Tingkatkan Profesionalisme Melalui Iman dan Taqwa

Acara itu juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan, diantaranya outbound, kegiatan seni dan lainnya.

Turut hadir, Ketua PSMTI Sulteng, Ko Awi, Pasi Intel Korem 132 Tadulako, Kolonel Rahmat, Pasiter Kodim 1306 Kota Palu, Mayor Hanafi, Kasat Binmas Polres Palu, Iptu Sugeng Triono.

Sebagai informasi tambahan, disadur dari liputan6.com, Hari Penyandang Disabilitas Internasional (IDPD) selalu diperingati setiap tahun pada 3 Desember untuk mempromosikan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas di semua golongan masyarakat.

Menurut WHO, terdapat lebih dari 1 miliar orang mengalami disabilitas, dan angka ini diperkirakan akan meningkat. Sebagiannya karena populasi menua dan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular.

Dari jumlah itu, UN memperkirakan 80 persennya tinggal di negara berkembang. Padahal hanya sedikit negara yang memiliki mekanisme yang memadai untuk menanggapi sepenuhnya prioritas dan persyaratan kesehatan penyandang disabilitas.

Oleh karena penyandang disabilitas yang mengalami konsekuensi kesehatan, sosial dan ekonomi dari isu-isu global secara tidak proporsional, jadilah hari tersebut sebagai hari peringatan IDPD.

Baca Juga :   Tunggu Aplikasi, TPK Palu Belum Turun Lapangan

Sekjen UN António Guterres mengatakan, peringatan tahunan IDPD dicanangkan pada 1992 oleh United Nations General Assembly resolution 47/3 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan masalah yang dihadapi penyandang disabilitas dalam setiap aspek kehidupan politik, sosial, ekonomi dan budaya.

Setelah puluhan tahun, Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD), diadopsi pada 2006. CRDP mengedepankan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas dalam implementasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan kerangka pembangunan internasional lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dalam masyarakat, mengakhiri diskriminasi terhadap mereka, dan menciptakan kesempatan yang sama.

Setiap tahun hari disabilitas diusung dengan tema yang berbeda. Tahun ini temanya “Kepemimpinan dan partisipasi penyandang disabilitas menuju dunia pasca-COVID-19 yang inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan.”

“Menyadari pentingnya mewujudkan hak, lembaga dan pemimpin penyandang disabilitas akan memajukan masa depan kita bersama. Tapi kami membutuhkan keikutsertaan semua pihak, termasuk penyandang disabilitas untuk mencapai SDG. Di seluruh dunia, penyandang disabilitas bersama organisasinya menyerukan ‘Tidak ada tentang kita, tanpa kita’. COVID-19 telah mengungkap hambatan dan ketidaksetaraan yang terus menerus dihadapi oleh 1 miliar penyandang disabilitas di dunia, salah satu yang paling terpukul oleh pandemi,” kata Antonio, mengutip laman UN.org.

“Respons dan pemulihan pandemi inklusif disabilitas harus dipandu oleh penyandang disabilitas itu sendiri, menjalin kemitraan, mengatasi ketidakadilan dan diskriminasi, memperluas akses ke teknologi dan memperkuat institusi untuk menciptakan dunia pasca COVID-19 yang lebih inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Baca Juga :   66 Warga Palupi Terima Vaksin Dosis I dan II

“Saya mendesak semua negara untuk sepenuhnya mengimplementasikan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, meningkatkan aksesibilitas, dan menghilangkan hambatan hukum, sosial, ekonomi dan lainnya dengan keterlibatan aktif penyandang disabilitas dan organisasi perwakilannya,” kata Antonio lagi.

“Pada Hari Penyandang Disabilitas Internasional ini, mari kita berkomitmen untuk membangun masa depan yang berkelanjutan, inklusif, dan adil bagi semua orang, tanpa meninggalkan siapa pun,” pungkasnya.ULU

Komentar

News Feed